Selasa, 27 Oktober 2026
17:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Mohammad Eunos Abdullah

Mohammad Eunos Abdullah

politikus

Bagikan:
Infobox orangMohammad Eunos Abdullah
250px-Mohamed_Eunos_bin_Abdullah.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1876 Suntingan nilai di Wikidata
Singapura Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1933 Suntingan nilai di Wikidata (56/57 tahun)
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
AgamaIslām Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus Suntingan nilai di Wikidata

Mohammad Eunos Abdullah (lahir di Singapura tahun 1876 - wafat di Singapura tahun 1933) merupakan seorang wartawan, politikus, dan pendiri Kesatuan Melayu Singapura.

Kehidupan

Eunos merupakan anak seorang pedagang Minangkabau dari Sumatera Barat. Dia belajar di Raffles Institution pada tahun 1893. Pada tahun 1907 ia menjadi editor koran berbahasa Melayu "Utusan Melayu."[1] Dia merupakan salah seorang Melayu pertama yang menjadi Hakim Perdamaian pada tahun 1922.

Pada tahun 1924 ia terpilih sebagai wakil kaum Melayu dalam dewan legislatif Straits Settlements.[2] Dua tahun kemudian ia mendirikan "Kesatuan Melayu Singapura" (Singapura Melayu Union), sebuah organisasi politik yang membela hak-hak kaum Melayu Singapura.[3] Tujuan utama dari Kesatuan Melayu Singapura adalah untuk mempromosikan kemajuan Melayu, serta meningkatkan pendidikan dan minat dalam politik. Bisa dikatakan bahwa Kesatuan Melayu Singapura merupakan pelopor organisasi Nasionalis Melayu di Singapura.

Pada tahun 1927 dia meminta kepada pemerintah sebidang tanah untuk membangun sebuah Kampung Melayu.[4] Pemerintah menyetujui rencana tersebut dan memberikan uang sejumlah $ 700.000 kepada Eunos yang digunakannya untuk membeli tanah seluas 600 hektare. Untuk mengenang jasa-jasanya, kampung ini akhirnya diberi nama sebagai Kampung Eunos. Dan di dekatnya terdapat Stasiun MRT Eunos.

Referensi

  1. ↑ Dru C. Gladney, Making Majorities, Stanford University Press, 1998
  2. ↑ Edwin Lee, Singapore: The Unexpected Nation, ISEAS Publishing, 2008
  3. ↑ Anthony Milner, The Malays, Wiley-Blackwell
  4. ↑ Joel S. Kahn, Other Malays: Nationalism and Cosmopolitanism in the Modern Malay World, Singapore University Press, 2006
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan