Sabtu, 03 Oktober 2026
11:07 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Mohammad Amin

Bagikan:

Mohammad Amin adalah tokoh Pendidikan Luar Biasa yang sudah berkarier sebagai Kepala Sekolah Pendidikan Luar biasa (SPLB)-C selama 20 tahun (1956-1976). Berkiprah dalam dunia anak terbelakang mental sejak mendapat beasiswa belajar ke SGPLB-C di Yayasan Pendidikan Luar Biasa pada angkatan pertama tahun 1952. Mohammad Amin mengawali kariernya sebagai guru SD lokal, SD negeri, kemudian Kepala SD (1946-1952). Dua tahun kemudian ia menjadi guru di SPLB-C YPLB, hingga tahun 1956. Sekolah ini berdiri sejak 29 Mei 1927 dan merupakan sekolah untuk anak terbelakang mental pertama di Indonesia dan dikenal dengan sekolah Cipaganti. Selama berkarier di SPLB-C, juga menjadi Guru Luar Biasa di SGPLB dari tahun 1954-1976). Dia menamatkan sarjana mudanya pada tahun 1963 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Pajajaran. Menamatkan Sarjana Bimbingan Penyuluhan di IKIP Bandung, kemudian meneruskan ke PHS Berlin, Jerman dan mendapat gelar Diploma Heil Paedagogiek tahun1969.[1]

Referensi

  1. ↑ Baihaqi, MIF (2014). Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Luar Biasa. Bandung: Nuansa Cendekia. hlm. 36. ISBN 9786028395755.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan