Selasa, 20 Oktober 2026
07:54 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Mohammad Amin

Bagikan:

Mohammad Amin adalah tokoh Pendidikan Luar Biasa yang sudah berkarier sebagai Kepala Sekolah Pendidikan Luar biasa (SPLB)-C selama 20 tahun (1956-1976). Berkiprah dalam dunia anak terbelakang mental sejak mendapat beasiswa belajar ke SGPLB-C di Yayasan Pendidikan Luar Biasa pada angkatan pertama tahun 1952. Mohammad Amin mengawali kariernya sebagai guru SD lokal, SD negeri, kemudian Kepala SD (1946-1952). Dua tahun kemudian ia menjadi guru di SPLB-C YPLB, hingga tahun 1956. Sekolah ini berdiri sejak 29 Mei 1927 dan merupakan sekolah untuk anak terbelakang mental pertama di Indonesia dan dikenal dengan sekolah Cipaganti. Selama berkarier di SPLB-C, juga menjadi Guru Luar Biasa di SGPLB dari tahun 1954-1976). Dia menamatkan sarjana mudanya pada tahun 1963 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Pajajaran. Menamatkan Sarjana Bimbingan Penyuluhan di IKIP Bandung, kemudian meneruskan ke PHS Berlin, Jerman dan mendapat gelar Diploma Heil Paedagogiek tahun1969.[1]

Referensi

  1. ↑ Baihaqi, MIF (2014). Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Luar Biasa. Bandung: Nuansa Cendekia. hlm. 36. ISBN 9786028395755.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan