Senin, 21 September 2026
21:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Moenawar Chalil

Moenawar Chalil

K.H. Moenawar Chalil bin K.H Chalil bin K.H Ibrahim (lahir di Kendal, Jawa Tengah, Hindia Belanda, Februari 1908 – meninggal di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 23 Mei 1961 pada umur 53 tahun) adalah seorang ulama, pemikir Islam, penulis, dan aktivis Masyumi. Di masa muda, ia sempat aktif di Sarekat Islam putih dan Muhammadiyah.[1] Pada masa pendudukan Jepang ia sempat jadi Kepala Jawatan Agama Keresidenan Semarang yang diteruskannya hingga tahun 1951 sembari meneruskan karier kepengarangannya. Setelah ia mundur, ia ditahan karena dituduh mengikuti DI/TII —namun tak terbukti karena tak ada bukti kuat.[1] Pada masa-masa sesudah itu, selain bergiat di Muhammadiyah, ia juga bergerak dalam Persis dan Partai Masyumi. Ia juga penganjur terhadap kemajuan Islam, dalam setiap keadaan, bahkan melalui jalur pemilu, yang ia kemukakan pada masa pemilu 1955.[1]

250px-Moenawar_Chalil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
K.H. Moenawar Chalil muda

Pada 23 Mei 1961, ia meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri, 8 orang anak, dengan lebih dari 10 karya. Ia tak meninggalkan harta, tapi yang ia tinggalkan adalah buku-buku. Karyanya yang monumental adalah 3 jilid Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW dan Kembali kepada Al Qur'an dan As-Sunnah.[1] Karyanya yang kedua itu, diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, pada tahun 1956 dan mengalami beberapa kali cetak ulang.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Mohammad, Herry (2006). Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20 hlm.123 28. Jakarta: Gema Insani Press. ISBN 979-56-0219-5.
  2. Chalil, Moenawar (1956) [1984]. Kembali kepada Al Qur'an dan As-Sunnah. hlm. iv. Jakarta: Bulan Bintang.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan