Kamis, 22 Oktober 2026
18:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Mochammad Bachrun

Bagikan:
Mochammad Bachrun
Informasi pribadi
Lahir(1911-02-12)12 Februari 1911
Meninggal6 Mei 1979(1979-05-06) (umur 68)
AlmamaterPETA (1943)
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-19-TNI_Army-BG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Mochammad Bachroen (12 Februari 1911 – 6 Mei 1979) merupakan seorang seorang purnawirawan perwira tinggi dan mantan Komandan T&T IV/Diponegoro Kini (Kodam IV/Diponegoro) menjabat periode 1952-1956 yang menggantikan Kolonel Gatot Soebroto.[1] Bachroen lahir di Kedungwuluh, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah, pada tanggal 12 Februari 1911 dan wafat di Jakarta pada tanggal 6 Mei 1979.[2]

Pendidikan

  • "Mamba'ul Ulum", Solo[2]
  • Kursus Mantri Malaria, Jakarta (1932-1933)[2]
  • Renseitai, Tentara Pembela Tanah Air (Peta), Bogor (1943)[2]

Karier Militer

Di masa pendudukan Jepang ini, bersama Moehammad Irshad dan kawan-kawan lainnya, beliau masuk dinas militer tentara Pembela Tanah Air (PETA). Sejak saat itu, beliau mengabdikan diri untuk bangsa Indonesia di dinas militer. Berikut catatan karier beliau di dinas militer:

  • Guru dan aktivis Jong Islamieten Bond[2]
  • Sekretaris Gerakan Ahmadiyah Indonesia[2]
  • 1943-1945 : diangkat sebagai Chudanco Peta di Banyumas II (Sumpyuh) dengan pangkat Kapten.[2]
  • November 1945-1947 : diangkat sebagai Komandan Resimen 5, Cilacap, dengan pangkat Letnan Kolonel.[2]
  • 1947-1947: diangkat sebagai Komandan Sektor 3, Pertahanan Divisi II/Sunan Gunung Jati.[2]
  • Juni 1947-1948 : diangkat menjadi Komandan Resimen 6, Purwokerto.[2]
  • 4 Mei 1948: diangkat sebagai Komandan Brigade I, Divisi I.[2]
  • 25 Desember 1948: diangkat sebagai Komandan Brigade 8, Divisi III, Banyumas dan Pekalongan.[2]
  • 20 Juli 1950: diangkat sebagai Komandan Brigade 8, Tentara dan Teritorium IV/Diponegoro.[2]
  • 1950-1951 : diangkat sebagai Kepala Staf Territorium IV, pangkatnya naik menjadi Kolonel.[2]
  • 20 September 1952-3 September 1956 : diangkat sebagai Panglima Territorium V Diponegoro, Semarang.[2]
  • 1957-1958 : diangkat sebagai Direktur Corps Intendan Angkatan Darat (CIAD).[2]
  • 1959 : Pensiun dari Dinas Militer dengan pangkat Brigadir Jendral, dengan tugas terakhir sebagai Hakim Perwira pada Pengadilan Tinggi Militer.[2]

Karier Sipil

Meski sudah pensiun dari Dinas Militer, Bachroen tak berhenti mengabdi pada bangsa dan negara. Tahun 1960, beliau diangkat menjadi Sekretaris Militer Presiden Republik Indonesia, Ir. Sukarno. Selama menjabat, beliau mendampingi Presiden kala menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Pada tahun itu juga, beliau masuk dalam keanggotaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), hingga tahun 1966.[2]

Referensi

  1. ↑ "Profil Brigjen TNI Moehammad Bachroen"
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Bachtiar, Harsya W. (1988). Siapa dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Jakarta. hlm. 77. ISBN 9789794281000.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan