Sabtu, 24 Oktober 2026
01:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Mo Tzu

Mo Tzu

Bagikan:
墨翟 Mo Di
250px-%D0%A4%D0%B8%D0%BB%D0%BE%D1%81%D0%BE%D1%84_%D0%9C%D0%BE-%D0%A6%D0%B7%D1%8B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mo Tzu mengajar para muridnya.
Lahirca. 470 SM
Meninggalca. 391 SM
Filsafat
EraFilsafat Klasik
WilayahFilsafat Cina
penemu Mohisme
Minat utama
Filsafat Moral, Filsafat Sosial, Etika, Logika
Gagasan terkenal
Mohisme
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

Mo Tzu adalah seorang Filsuf Cina yang hidup sekitar tahun 479-381.[1] Nama keluarganya adalah Mo dan namanya adalah Di. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa Mo Tzu berasal dari Sung (sekarang disebelah utara Honan dan Barat Shantung) dan beberapa ilmuwan lain mengatakan bahwa ia berasal dari Lu, daerah yang sama dengan Konfusius.[1] Sumber utama yang dapat digunakan untuk mengetahui pemikirannya adalah dari sebuah buku yang menggunakan namanya, Mo-tzu, yang berisi 53 bab yang merupakan kumpulan dari tulisannya.[1]

Mo Tzu adalah pendiri sekolah Mohist.[2] Konteks sekolah ini adalah berada pada masa dinasty Chou.[2] Setiap raja, putri, dan pangeran memiliki pasukan khusus.[2] Kehidupan sosial menjadi begitu mutlak dan jika terjadi perpindahan strata hanya dapat dilakukan oleh kelompok ju.[2]

Pemikirannya dengan pemikiran Konfusius sama-sama berpengaruh.[2] Namun terdapat perbedaan yang membuat mereka pemikiran menjadi kontras, yaitu Konfusius merasa simpati dengan ritual-ritual, institusi tradisional,musik, literatur-literatur yang berasal dari Dinasti Chou. Sedangkan Mo Tzu meragukan validitas hal-hal tersebut.[2] Konfusius adalah seorang saudara sedangkan Mo Tzu adalah seorang pengkhotbah militan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 Fung Yu-Lan.1976. A Short History Chinese Philosophy. New York: The Free Press. hal. 49
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Fraser, Chris. "Mohism," artikel dalam Stanford Encyclopedia of Philosophy.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan