Senin, 12 Oktober 2026
01:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Misi memperadabkan

Bagikan:

Mission civilisatrice (bahasa Prancis yang berarti "misi memperadabkan"; bahasa Portugis:Missão civilizadora) adalah alasan intervensi atau kolonisasi yang bertujuan membantu menyebarkan peradaban, biasanya berkaitan dengan Westernisasi warga pribumi.

Misi memperadabkan merupakan prinsip dasar penguasaan kolonial Prancis dan Portugal pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Misi ini memainkan peran penting di koloni-koloni Prancis di Aljazair, Afrika Barat Prancis, dan Indochina, dan koloni-koloni Portugal di Angola, Guinea, Mozambik, dan Timor. Negara-negara kolonis Eropa merasa bahwa mereka mengemban tugas untuk menyebarkan peradaban Barat ke bangsa-bangsa yang mereka sebut terbelakang. Alih-alih memimpin penduduk kolonial, bangsa Eropa akan melakukan Westernisasi sesuai ideologi kolonial yang disebut "asimilasi".

Saat ini, seluruh Araucanía harus tunduk kepada desakan moral dan peradaban republik, bukan kepada desakan material...

— - Presiden Chili Domingo Santa María pada tahun 1883 seputar Pendudukan Araucanía.[1]

Lihat pula

Sumber

  1. ↑ Ferrando Kaun, Ricardo (1986). Y así nació La Frontera... (Edisi Second). Editorial Antártica. hlm. 583. ISBN 978-956-7019-83-0.

Referensi

  • Robert Aldrich. Greater France: A History of French Overseas Expansion. Palgrave MacMillan (1996) ISBN 0-312-16000-3.
  • M. B. Jerónimo, The 'civilising mission' of Portuguese colonialism. Palgrave Macmillan (2015) ISBN 978-1137355904.
  • Alice L. Conklin. A Mission to Civilize: The Republican Idea of Empire in France and West Africa 1895-1930. Stanford: Stanford University Press (1998), ISBN 978-0-8047-2999-4.
  • Dino Costantini. Mission civilisatrice. Le rôle de l'histoire coloniale dans la construction de l'identité politique française, La Découverte, Paris 2008.
  • J. P. Daughton. An Empire Divided: Religion, Republicanism, and the Making of French Colonialism, 1880-1914. Oxford: Oxford University Press (2006), ISBN 978-0-19-537401-8.
  • Michael Falser. Cultural Heritage as Civilizing Mission. From Decay to Recovery. Heidelberg, New York: Springer (2015), ISBN 978-3-319-13638-7.
  • Patrick Manning. Francophone Sub-Saharan Africa, 1880-1995. Cambridge University Press (1998) ISBN 0-521-64255-8.
  • Jean Suret-Canale. Afrique Noire: l'Ere Coloniale (Editions Sociales, Paris, 1971); Eng. translation, French Colonialism in Tropical Africa, 1900–1945. (New York, 1971).
  • Crawford Young. The African Colonial State in Comparative Perspective. Yale University Press (1994) ISBN 0-300-06879-4

Templat:Hak pribumi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan