Jumat, 23 Oktober 2026
18:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Minyak tawon

Minyak tawon

Bagikan:
250px-Minyak_gosok_cap_tawon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minyak gosok cap tawon

Minyak tawon adalah minyak tradisional yang populer digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk beberapa penyakit. Minyak ini terkenal karena khasiatnya yang serbaguna, diantaranya untuk mengobati luka, gatal, pegal, dan masuk angin dengan sensasinya yang hangat dan menenangkan. Minyak ini tersedia dengan ukuran 20 mL, 30 mL, 60 mL, dan 90 mL. Minyak ini dijual di apotek, minimarket, warung, dan pusat perbelanjaan lainnya dengan harga yang makin mahal. Meskipun begitu konsumen minyak tawon asal Makassar ini tidak pernah hilang, sampai saat ini.

Sejarah

Minyak tawon pertama kali diproduksi pada tahun 1912 oleh PT Tawon Jaya Makassar, Sulawesi Selatan.[1] Lia A Liat adalah seorang keturunan Tionghoa asal Makassar yang pertama kali meracik minyak ini, dan terciptalah minyak gosok pada 6 Desember 1912 dengan nama To Boo Loeng. Sama dengan perintis lainnya yang menjual produk di daerah terdekatnya terlebih dahulu, Lia A Liat memasarkan minyak buatannya pertama kali di Makassar sebelum melanjutkan area pemasarannya menjadi lebih luas ke sekitar pedalaman Sulawesi.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1906-1942, wilayah Batavia (Jakarta) sampai ke Surabaya berstatus sebagai wilayah bandar strategis. Kesempatan ini pun tidak dilepaskan oleh Lia A Liat untuk memasarkan produk buatannya. Setelah Lia A Liat meninggal, pembuatan minyak tawon dilanjutkan oleh putranya Frans Bani Mattualy.

Setelah Frans Bani Mattualy meninggal pada tahun 1977, Eddy Mattualy yang merupakan anak Frans dan ahli waris minyak tawon mulai menjalankan bisnis turun temurun keluarganya hingga berhasil meluaskan penjualannya ke Puerto Riko. Baru pada tahun 1984, minyak To Boo Loeng berubah nama menjadi minyak tawon.

Bahan pembuatan minyak tawon

Walaupun sudah berusia 112 tahun, tapi masih ada konsumen yang mengira bahan pembuatan minyak tawon adalah berasal dari serangga tawon. Tapi sebenarnya minyak ini berbahan dasar minyak kelapa yang dicampur dengan cengkih, minyak kayu putih, bawang, jahe, kunyit, daun lada, minyak sereh dan bahan lainnya yang kemudian diolah hingga menghasilkan racikan minyak tawon serbaguna ini. [2]

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-03-02). "Sejarah dan Manfaat Minyak Tawon, Ternyata Tidak Dibuat dari Tawon Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-06-01.
  2. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-01-16). "Asal-usul Minyak Tawon, Racikan Perantau Tionghoa yang Tidak Terbuat dari Tawon Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-06-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan