Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Minoritas perantara adalah sebuah populasi minoritas yang pekerjaan utamanya berhubungan dengan produsen dan konsumen: pedagang, pemberi pinjaman uang, dll. Meskipun mungkin mengalami diskriminasi, minoritas perantara tak memegang status "bawahan ekstrem" dalam masyarakat.[1] Konsep "minoritas perantara" dikembangkan oleh sosiolog Hubert Blalock dan Edna Bonacich sejak 1960an meskipun juga dipakai oleh para ilmuwan politik dan ekonom. Gagasan tersebut lebih lanjut dikembangkan oleh ekonom Amerika Serikat Thomas Sowell.[2]
Referensi
- ↑ O'Brien, David J.; Stephen S. Fugita (April 1982). "Middleman Minority Concept: Its Explanatory Value in the Case of the Japanese in California Agriculture". The Pacific Sociological Review. 25 (2). University of California Press: 185–204. doi:10.2307/1388723. JSTOR 1388723. S2CID 158296209.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ https://www.shsu.edu/~kmd007/documents/WinFSHD2Userskmd007ArticlesMiddlemenMinorities.pdf
Bacaan tambahan
- Silverman, Robert Mark. 2000. Doing Business in Minority Markets: Black and Korean Entrepreneurs in Chicago’s Ethnic Beauty Aids Industry. New York: Garland Publishing.
- Cobas, José A. (Apr 1987). "Ethnic enclaves and middleman minorities: alternative strategies of immigrant adaptation?". Sociol Perspect. 30 (2): 143–61. doi:10.2307/1388996. JSTOR 1388996. PMID 12315137. S2CID 28038205.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Pál Nyíri, Chinese in Eastern Europe and Russia: A Middleman Minority in a Transnational Era, 2007, ISBN0415446864