Minggu, 18 Oktober 2026
05:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Millet Armenia

Bagikan:

Millet Armenia (bahasa Turki:Ermeni milleti) adalah millet Utsmaniyah (kelompok etnorelijius otonom) Gereja Apostolik Armenia. Millet tersebut awalnya tak hanya meliputi orang-orang Armenia di Kekaisaran Utsmaniyah tetapi juga para anggota gereja Kristen lainnya yang meliputi Gereja Koptik, Gereja Katolik Kaldea, Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia, dan Gereja Ortodoks Suryani, meskipun kebanyakan kelompok tersebut diberikan millet mereka sendiri pada abad kesembilan belas.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Suny 2015, hlm. 48.

Sumber

Bacaan tambahan

  • Barkey, Karen; Gavrilis, George (2016). "The Ottoman Millet System: Non-Territorial Autonomy and its Contemporary Legacy". Ethnopolitics. 15 (1): 24–42. doi:10.1080/17449057.2015.1101845.
  • Kasymov, Shavkat (2013). "The example of the Armenian genocide and the role of the millet system in its execution". Social Identities. 19 (1): 3–12. doi:10.1080/13504630.2012.753339.
  • Koçunyan, Aylin (2017). "The Millet System and the Challenge of Other Confessional Models, 1856–1865". Ab Imperio. 2017 (1): 59–85. doi:10.1353/imp.2017.0004.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan