Selasa, 03 November 2026
18:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Millet Armenia

Bagikan:

Millet Armenia (bahasa Turki:Ermeni milleti) adalah millet Utsmaniyah (kelompok etnorelijius otonom) Gereja Apostolik Armenia. Millet tersebut awalnya tak hanya meliputi orang-orang Armenia di Kekaisaran Utsmaniyah tetapi juga para anggota gereja Kristen lainnya yang meliputi Gereja Koptik, Gereja Katolik Kaldea, Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia, dan Gereja Ortodoks Suryani, meskipun kebanyakan kelompok tersebut diberikan millet mereka sendiri pada abad kesembilan belas.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Suny 2015, hlm. 48.

Sumber

Bacaan tambahan

  • Barkey, Karen; Gavrilis, George (2016). "The Ottoman Millet System: Non-Territorial Autonomy and its Contemporary Legacy". Ethnopolitics. 15 (1): 24–42. doi:10.1080/17449057.2015.1101845.
  • Kasymov, Shavkat (2013). "The example of the Armenian genocide and the role of the millet system in its execution". Social Identities. 19 (1): 3–12. doi:10.1080/13504630.2012.753339.
  • Koçunyan, Aylin (2017). "The Millet System and the Challenge of Other Confessional Models, 1856–1865". Ab Imperio. 2017 (1): 59–85. doi:10.1353/imp.2017.0004.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan