Jumat, 16 Oktober 2026
10:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Mille-feuille

Mille-feuille

Bagikan:
250px-Mille-feuille_20100916.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar ini menampilkan mille-feuille, kue berlapis khas Prancis yang terdiri dari pastry renyah dan krim.

Mille-feuille (artinya “seribu lapis”) adalah kue penutup Prancis yang terdiri atas tiga lapis puff pastry renyah yang diselingi dua lapis krim pâtissière (krim vanila kental), lalu ditutup gula halus atau fondant bergaris cokelat. Di beberapa tempat disebut Napoleon, meski tidak ada hubungan langsung dengan Napoleon Bonaparte. Kue ini terkenal karena kontras tekstur: kulit pastry yang rapuh dan krim yang lembut, serta rasa vanila yang kaya tapi tidak berlebihan.[1]

Resep dasar mille-feuille sudah muncul pada abad ke-17 dalam buku masak François Pierre de La Varenne (1651), namun bentuk modernnya baru disempurnakan oleh Marie-Antoine Carême pada awal abad ke-19. Carême, yang dijuluki “raja para juru masak”, mengembangkan puff pastry yang lebih ringan dan lapisan krim yang lebih halus, sehingga mille-feuille jadi salah satu kue klasik pâtisserie Prancis. Nama “Napoleon” mulai dipakai di Amerika Serikat sekitar tahun 1890-an, mungkin karena bentuknya yang tinggi dan megah, atau sekadar pemasaran.[2]

Proses pembuatannya diawali dengan puff pastry yang digilas tipis, ditusuk-tusuk dengan garpu agar tidak terlalu mengembang, lalu dipanggang dengan beban di atasnya supaya tetap rata. Setelah dingin, pastry dipotong persegi panjang, disusun tiga lapis dengan krim pâtissière yang sudah diberi sedikit kirsch atau vanila asli. Lapisan atas biasanya diberi fondant putih yang digaris cokelat dengan teknik “feathering”, atau sekadar ditaburi gula halus. Krimnya harus cukup kental agar tidak meleber saat dipotong.[3]

Di Prancis, mille-feuille klasik tetap paling populer, tapi ada variasi. Di Belgia dan Belanda, ia sering diisi krim kocok dengan sedikit selai apricot. Di Indonesia, kue ini masuk sejak zaman kolonial dan kini mudah ditemukan di toko roti modern dengan nama “napoleon” atau “mille-feuille”, kadang diberi topping buah segar atau matcha untuk menyesuaikan selera lokal.[4]

Mille-feuille paling enak dimakan dalam beberapa jam setelah dirakit, karena pastry akan mulai menyerap kelembapan krim dan kehilangan kerunyahan. Di pâtisserie Paris atau Lyon, kue ini selalu jadi salah satu yang paling cepat habis di etalase. Potongan persegi panjang yang tinggi, dengan garis-garis cokelat di atasnya, sering jadi penutup makan malam yang elegan, namun tetap sederhana, hanya pastry, krim, dan sedikit gula.

Di luar Prancis, mille-feuille sudah beradaptasi. Di Kanada (khususnya Québec), ia disebut gâteau Napoléon dan kadang diisi krim cokelat. Di Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet, versi yang disebut napoleon lebih tebal dengan banyak lapisan pastry dan krim. [2][3]

Referensi

  1. ↑ "Discover Mille-Feuille: French Dessert". Rimping. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Mille-Feuille (Napoleon) Recipe". Serious Eats. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Mille-Feuille (Napoleon Pastry)". Sally's Baking Addiction. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Mille-Feuille, Kue Perancis yang Populer di Indonesia". Gandum Mas. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan