Sabtu, 24 Oktober 2026
07:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Militer Mesir kuno

Militer Mesir kuno

Bagikan:
250px-Chariot19.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta perang Mesir kuno

Mesir kuno adalah peradaban kuno di Afrika Utara bagian timur, berpusat di sungai Nil di tempat yang kini menjadi negara Mesir modern.[1]

Gurun yang luas di daerah Mesir menjadi penghalang yang melindungi lembah sungai dan membuat Mesir kuno sulit diserang oleh pasukan besar. Orang Mesir kuno membangun benteng dan pos jaga di sepanjang perbatasan timur dan barat Delta Nil, di Gurun Timur, dan di Nubia di sebelah selatan. Garnisun kecil dapat mencegah gangguan kecil, tetapi jika ada ancaman serangan pasukan besar maka pesan akan langsung dikirim ke korps pasukan utama. Sebagian besar kota di Mesir kuno tidak dilengkapi dinding pertahanan atau bentuk perlindungan lainnya. Pasukan Mesir melemahkan musuh mereka menggunakan senjata proyektil kecil seperti busur dan panah. Pasukan Mesir juga menggunakan kereta perang untuk menyerang musuh.

Referensi

  1. ↑ Only after 664 BC are dates secure. See Egyptian chronology for details. "Chronology". Digital Egypt for Universities, University College London. Diakses tanggal 2008-03-25.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Military history of ancient Egypt.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan