Rabu, 21 Oktober 2026
13:30 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Mikropropagasi

Bagikan:

Mikropropagasi atau perbanyakan mikro adalah kegiatan perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Bahan tanam awal yang digunakan pada mikropropagasi berukuran mikrometer pada kultur eksplan dan lebih kecil dari satu milimeter untuk kultur meristem.[1] Perkembangbiakan tanaman dilakukan dengan eksplan berbentuk sel. jaringan maupun organ dalam kondisi buatan yang aseptik. Tujuan mikropropagasi adalah menghasilkanl tumbuhan secara massal yang mempunyai materi genetik yang identik serta fisiologi yang seragam dengan perkembangan yang normal dan bebas patogen. Selain itu, mikropropagasi bertujuan menghasilkan tanaman yang dapat melalui proses aklimatisasi secara singkat dengan biaya yang hemat.[2]

Eksplan

Dalam mikropropagasi, bahan tanam awal disebut dengan eksplan. Bentuk eksplan disesuaikan dengan jenis kultur yang digunakan. Eksplan berbentuk sel digunakan pada kultur sel, sedangkan eksplan berbentuk protoplas menggunakan kultur protoplas. Pada kultur jaringan digunakan eksplan epidermis atau empulur. Pada kultur meristem dapat digunakan eksplan meristem apikal atau lateral. Sementara pada kultur tunas digunakan tunas apikal maupun tunas lateral. Sedangkan pada kultur organ digunakan eksplan nerupa irisan batang, daun maupun akar.[3] Pemilihan ekslan juga ditentukan oleh spesies tumbuhan yang dibudidayakan dan tujuan kultur.[4]

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan dan kekurangan dari mikropropagasi dalam perkembangbiakan tanaman dapat ditinjau dari biaya pendirian lahan, keterampilan pekerja, ukuran bahan tanam awal, jumlah anakan dan sifat anakan. Kelebihan dari mikropropagasi adalah hanya memerlukan ukuran bahan tanam awal yang sangat kecil. Selain itu, tiap bahan tanam awalnya dapat menghasilkan anakan dalam jumlah yang sangat banyak serta identik dengan induknya. Sementara kekurangannya yaitu biaya pendirian lahan yang mahal.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Dwiyani 2015, hlm. 1.
  2. ↑ Rahayu 2015, hlm. 4.
  3. ↑ Dwiyani 2015, hlm. 3.
  4. ↑ Rahayu 2015, hlm. 6.
  5. ↑ Dwiyani 2015, hlm. 2.

Daftar rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan