Jumat, 30 Oktober 2026
11:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Migrasi seismik

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Migrasi Seismik adalah tahapan alternatif penting dalam pengolahan data seismik dalam pengolahan data seismik yang bertujuan untuk memindahkan reflektor miring ke posisi yang sebenarnya pada penampang seismik. Migrasi juga mampu menghilangkan efek difraksi sehingga dapat memperjelas gambaran struktur detail bawah permukaan. Migrasi dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang dapat meningkatkan resolusi spasial penampang seismik.

Melalui migrasi didapatkan sejumlah parameter yang berbeda sebagai koreksi yaitu:

  1. Migrasi memperbesar sudut kemiringan
  2. Memperpendek reflektor
  3. Memindahkan reflektor ke arah up dip
  4. Memperbaiki resolusi lateral

Migrasi juga merupakan suatu tahap pemrosesan dalam pengolahan data seismik yang bertujuan untuk memetakan kejadian-kejadian seismik pada posisi yang sebenarnya[1] yang berarti memindahkan titik refleksi dari titik perekaman ke titik reflektor sesungguhnya. Kesalahan posisi ini di akibatkan oleh adanya smearing effect yang di hasilkan dari reflector miring atau difraksi sesar dan struktur geologi lainnya seperti antiklin dan siklin. Tujuan dari migrasi ini adalah untuk membuat penampang stack sehingga terlihat seperti keadaan struktur geologinya dalam domain kedalaman di sepanjang lintasan seismik.

Proses migrasi yang menghasilkan penampang migrasi dalam kawasan waktu disebut dengan migrasi waktu. Migrasi ini umumnya dapat berlaku selama variasi kecepatan secara lateral kecil hingga sedang . Jika variasi kecepatan secara lateral besar maka migrasi waktu tidak dapat menghasilkan gambar bawah permukaan baik dan benar. Untuk mengatasi hal ini di lakukan teknik migrasi dalam kawasan kedalaman, di mana hasil migrasi di tampilkan dalam kawasan kedalaman.

Teori

Apabila terdapat suatu reflektor miring pada penampang seismik yang kedalaman, maka posisi sesungguhnya dari reflektor tersebut tidaklah berada di tempat itu. Karena penggambaran penampang seismik tersebut menggunakan asumsi/rumus perambatan gelombang Snellius pada bidang datar. Dengan demikian untuk bidang miring perlu dilakukan koreksi secukupnya, yaitu dengan cara migrasi. Migrasi berarti mengembalikan titik titik reflektor ke posisi sebenarnya.[butuh rujukan]

Macam Migrasi

Terdapat beberapa macam migrasi menurut Yilmaz tahun 1987:

  1. Kirchhoff migration
  2. Finite Difference migration
  3. Frequency-Wavenumber migration
  4. Frequency-Space migration

Catatan kaki

[1][2]

Referensi

  1. 1 2 Telford, W. M., etc. 1990. "Applied Geophysics". Cambridge University.
  2. ↑ Sismanto. 1996. "Modul 2: Pengolahan Data Seismik". Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan