Minggu, 01 November 2026
04:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Michel Gandoger

Bagikan:

Abbé Jean Michel Gandoger (10 Mei 1850–4 Oktober 1926), adalah seorang botanis dan mikologis Prancis.[1] Gandoger lahir di Arnas, sebagai putra dari pemilik kebun anggur kaya di wilayah Beaujolais. Meskipun ia mendapat panggilan rohani pada usia 26 tahun, ia menjalani hidupnya dengan mempelajari botani, khususnya dalam genus Rosa. Ia berkunjung ke seluruh wilayah Mediterania, utamanya Kreta, Spanyol, Portugal, dan Aljazair, mengumpulkan lebih dari 800,000 spesimen tumbuhan, yang sekarang disimpan di Jardin botanique de Lyon. Namun, ia dikenal karena menerbitkan ribuan spesies tumbuhan yang tak lama dikumpulkan. Gandoger meninggal di Arnas pada 1926.

Father J B Charbonnel menerbitkan sebuah obituari di Bulletin de la Societe botanique de France (1927, Vol. 74, 3-11), yang berisi beberapa publikasi Gandoger. Tumbuhan dengan epitet spesifik gandogeri mengambil nama darinya,[2][3] contohnya Carex gandogeri.

Standar singkatan penulis Gand. digunakan untuk mengindikasikan orang ini ketika mengutip sebuah nama botani.[4]

NB: Gandoger aslinya dikenal denagn singkatan Gdgr.

Publikasi

  • Flore lyonnaise et des départements du sud-est, comprenant l'analyse des plantes spontanées et des plantes cultivées comme industrielles ou ornementales (1875)
  • Revue du genre Polygonum (1882)
  • Flora europaea (1883-1891, 27 volumes)
  • Herborisations dans les Pyrénées (1884)
  • Monographie mondiale des Crucifères (3 volumes)

Referensi

  1. ↑ IPNI Author Details di www.ipni.org
  2. ↑ Google Books Etymological Dictionary of Grasses
  3. ↑ 2012 Smithsonian Brachypodium gandogeri Hack. ex Gand.
  4. ↑ "Author Query for 'Gand.'". International Plant Names Index.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan