Rabu, 28 Oktober 2026
12:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mi nyemek

Mi nyemek

masakan mi

Bagikan:
Mi nyemek
330px-Mie_nyemek_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepiring mi nyemek
JenisRebusan
SajianHidangan utama
Tempat asalIndonesia
Daerah
Dibuat olehOrang Jawa
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaMi, telur, daging ayam

Mi nyemek atau Bakmi nyemek (bahasa Jawa:ꦩꦶꦚꦼꦩꦼꦏ꧀) adalah jenis bakmi Jawa yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang disajikan dengan kuah kental dan sedikit.[1]

Istilah nyemek sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti tidak basah dan tidak kering. Mungkin tengah-tengahnya antara bakmi kuah dan bakmi goreng.

Seperti bakmi pada umumnya, mi nyemek juga berisi mi telur kuning,[2] telur orak-arik, daging ayam, sayur-sayuran seperti sawi hijau dan tomat, dan sebagainya. Mi ini dijual oleh penjual bakmi Jawa, yang biasanya berjualan pada malam hari.[3]

Sejarah

Asal-usul mi nyemek berkaitan dengan perkembangan kuliner bakmi Jawa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Istilah nyemek berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada kondisi makanan yang tidak terlalu berkuah namun juga tidak sepenuhnya kering.[4]Bentuk penyajian tersebut diyakini muncul sebagai variasi antara bakmi goreng dan bakmi kuah yang kemudian berkembang menjadi hidangan tersendiri. Seiring waktu, mi nyemek menjadi salah satu menu yang umum dijumpai pada warung bakmi Jawa, terutama yang beroperasi pada malam hari.[4]

Perkembangan

Perkembangan mi nyemek tidak terlepas dari tradisi bakmi Jawa yang memiliki pengaruh kuliner Tionghoa dan kemudian beradaptasi dengan cita rasa lokal Jawa. Penggunaan kecap manis, rempah-rempah, serta teknik memasak menggunakan wajan di atas tungku menjadi ciri yang membedakannya dari berbagai hidangan mi lainnya di Indonesia. Dalam sejumlah warung bakmi tradisional, mi nyemek masih dimasak secara individual untuk setiap porsi guna menjaga cita rasa dan teksturnya.[5]

Karakteristik

Ciri utama mi nyemek terletak pada jumlah kuah yang digunakan. Kuahnya dimasak hingga sebagian besar menyusut sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kental dibandingkan bakmi kuah, tetapi tetap lebih lembap dibandingkan bakmi goreng. Proses memasak dilakukan dengan mencampurkan mi, bumbu, dan kuah dalam satu wajan hingga seluruh bahan menyatu dan meresap. Karakteristik ini memberikan cita rasa gurih yang kuat dan aroma khas dari bumbu bakmi Jawa.[6]

Penyajian

Mi nyemek umumnya disajikan panas dengan tambahan telur, ayam suwir atau potongan ayam, sawi hijau, kol, tomat, serta taburan bawang goreng. Beberapa penjual juga menambahkan cabai rawit, acar, atau kerupuk sebagai pelengkap. Hidangan ini dikenal sebagai salah satu makanan malam yang populer di Yogyakarta dan berbagai daerah di Jawa Tengah karena rasanya yang hangat dan mengenyangkan.[7]

Popularitas

Selain dikenal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, mi nyemek juga mulai dijumpai di berbagai daerah lain di Indonesia melalui rumah makan yang menyajikan masakan Jawa. Popularitasnya meningkat karena menawarkan pilihan di antara bakmi goreng dan bakmi kuah, sehingga memberikan tekstur dan cita rasa yang khas bagi penikmat kuliner Nusantara.[6]

Galeri

  • Satu porsi Mie Nyemek
    Satu porsi Mie Nyemek
  • Mie Nyemek dengan bahan dasar mie, ditambah telur, sayur, yg dimasak dg bumbu bawang merah dan bawang putih.
    Mie Nyemek dengan bahan dasar mie, ditambah telur, sayur, yg dimasak dg bumbu bawang merah dan bawang putih.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Syifa Nuri Khairunnisa. "Resep Mi Nyemek Khas Yogyakarta, Cocok Disantap Saat Malam". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-10-18.
  2. ↑ Gebialya Raa. "Resep Mie Nyemek Khas Jogja yang Mantap dan Gurih, Dijamin Enak!". IDN Times. Diakses tanggal 2020-10-18.
  3. ↑ "Resep Bakmi Nyemek". Masak Apa Hari Ini?. Diakses tanggal 2020-10-18.
  4. 1 2 Rizki, Regina. "Sejarah dan Asal Usul Mi Nyemek - RRI.co.id". rri.co.id - Portal berita terpercaya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.
  5. ↑ Media, Kompas Cyber (2019-11-28). "Sejarah Bakmi Jawa di Solo, dari Mana Asalnya?". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.
  6. 1 2 Rizki, Regina. "Mi Nyemek, Kuliner Khas Yogyakarta dan Jawa Tengah - RRI.co.id". rri.co.id - Portal berita terpercaya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.
  7. ↑ palpos.co. "Mie Nyemek : Kuliner Khas Jawa yang Menggoda Lidah dan Hati". palpos.co. Diakses tanggal 2026-06-06.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan