Selasa, 22 September 2026
03:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Meuseukat

Meuseukat

variasi makanan khas Indonesia

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Meuseukat"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
330px-Meuseukat.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meuseukat

Meuseukat adalah Penganan khas Aceh sejenis dodol dikarenakan tekstur yang lembut dan rasanya manis.[1] Rasa manis ini didapat dari buah nanas yang digunakan dalam pembuatannya sehingga kue ini disebut juga dodol nanas.[2] Warna kue ini adalaha putih karena hanya menggunakan tepung terigu tanpa pewarna makanan.[3] Adapun warnanya yang kuning dikarenakan buah nanas yang digunakan sebagai campuran.[3]

Filosofi

Seperti halnya makanan dari daerah lain, Meuseukat ini juga memiliki filosofi tersendiri yang kemudian menempatkannya dalam kasta tertinggi kue tradisional khas Aceh.[1] Dalam memperlakukan tamu masyarakat Aceh dikenal dengan kesopanannya yang tinggi.[1] Tidak hanya dari perilakunya tetapi juga dari penyajian makanannya.[1] Warna putih kue inilah yang kemudian diartikan sebagai kejernihan hati masyarakat Aceh saat menyambut tamu.[3]

Penyajian

Berdasarkan makna filosofi diatas maka penyajian kue ini hanya dihadirkan pada saat-saat tertentu.[3] Yang paling utama adalah Penyambutan tamu.[4] Selain itu pernikahan juga tidak lepas dari kehadiran panganan ini yaitu sebagai hantaran.[3] Kue ini juga bisa didapati pada perayaan hari raya besar seperti Idul Adha dan Idul Fitri.[3] Tujuannya tidak lain adalah untuk menyambut keluarga dan handai taulan yang bersilaturahmi.[2]

Cara Pembuatan

Membuat meuseukat sama saja seperti membuat dodol, Membuat Meuseukat membutuhkan waktu lama dan ketelatenan.[5]

  • Ketika membuat adonan, sebelum ditambahkan gula, tepung terlebih dahulu dimasak dengan air putih dan air jeruk dan nanas.[5] Jeruk dan nanas sebaiknya disaring menghindari adanya serat dalam adonan kue.[5] Kemudian tambahkan mentega dan tepung dalam air gula.[5] Lalu, diaduk menggunakan sendok kayu dengan api kecil hingga adonan matang.[5] Setelah matang, kue dimasukkan wadah rata dan diberi alas plastik, fungsinya untuk mencegah supaya kue Meuseukat tidak lengket dan mudah ketika dipotong.[5]

Lokasi Penjualan

Meuseukat ini jarang bisa ditemui di pasar-pasar traditional.[6] Pembeli harus memesan terlebih dahulu karena kue ini hanya dihadirkan pada hari-hari tertentu.[6] Tapi sekarang banyak daerah di sentra kue tradisional Aceh yang menjual kue ini.[3] Seperti kawasan Lampisang,Kecamatan Lhoknga,Aceh Besar atau beberapa supermarket gerai souvenir Aceh.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 pranala[pranala nonaktif permanen],teks tambahan
  2. 1 2 pranala[pranala nonaktif permanen],teks tambahan
  3. 1 2 3 4 5 6 7 pranala[pranala nonaktif permanen],teks tambahan
  4. pranala,teks tambahan
  5. 1 2 3 4 5 6 pranala[pranala nonaktif permanen],teks tambahan
  6. 1 2 3 pranala,teks tambahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan