Minggu, 04 Oktober 2026
15:12 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Metronom

Metronom

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Desember 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Metronome_Nikko.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Metronom mekanik

Metronom adalah sebuah alat yang dapat mengeluarkan suara (atau ketukan) dengan interval yang stabil. Alat ini biasanya digunakan oleh pemusik agar tempo musiknya stabil.

Metronom berasal dari bahasa Yunani, metron (ukuran) dan nomos (keteraturan).

Metronom Maelzel

Metronom Maelzel (disingkat M.M.) adalah satuan tempo yang diciptakan oleh Johan Nepomuk Maelzel yang merupakan penyempurnaan dari metronom sebelumnya yang diciptakan oleh D. N. Winkel pada tahun 1816.[1]

250px-Metronom_M%C3%A4lzel_1815.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Metronom Mälzel 1815

Cara Kerja

Angka dalam Metronom Maelzel menandakan jumlah ketukan dalam satu menit. Sebagai contoh lagu Indonesia Raya ditulis dengan tempo M.M. = 96. Artinya, dalam satu menit terdapat 96 ketuk.[2]

Nilai M.M. dalam Tanda Tempo

  • Grave = Sangat lambat dan hikmat (40-44 M.M.)
  • Largo = Lambat dan agung (46-50 M.M.)
  • Adagio = Sedikit lebih cepat dari Largo (52-54 M.M.)
  • Lento = Lambat (56-58 M.M.)
  • Andante = Secepat orang berjalan (72-76 M.M.)
  • Andantino = Lebih cepat dari Andante (80-84 M.M.)
  • Maestoso = Agung dan mulia (88-92 M.M.)
  • Moderato = Sedang (96-104 M.M.)
  • Allegretto = Agak cepat dan riang (108-116 M.M.)
  • Allegro = Cepat, hidup dan riang (132-138 M.M.)
  • Vivace = Hidup dan riang (160-176 M.M.)
  • Presto = Cepat (184-200 M.M.)

Referensi

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Metronom.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan