Sabtu, 03 Oktober 2026
11:08 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Metrodata Electronics

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Metrodata Electronics Tbk
Nama sebelumnyaPT Sarana Hitech Systems (1983 - 1989)
PT Metrodata Epsindo (1989 - 1991)
JenisPerusahaan publik
BEI: MTDL
IndustrITeknologi informasi
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Susanto Djaja[1]
(Direktur Utama)
Candra Ciputra[1]
(Komisaris Utama)
Layanan
PendapatanRp 18,501 triliun (2021)[2]
Rp 508,88 miliar (2021)[2]
Total asetRp 7,589 triliun (2021)[2]
Total ekuitasRp 3,923 triliun (2021)[2]
PemilikPT Ciputra Corpora (35,83%)
Medya Lengkey (16,39%)
Sukarto Bujung (7,28%)
Jumlah karyawan
3.537 (2021)[2]

PT Metrodata Electronics Tbk adalah sebuah perusahaan teknologi informasi yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki tujuh kantor cabang yang terletak di Bekasi, Medan, Bandung, dan Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.[2][3]

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tanggal 25 April 1975 dengan bisnis di bidang distribusi alat tulis dan kertas cetak. Pada tahun 1983, bisnis tersebut resmi didaftarkan sebagai sebuah badan hukum dengan nama "PT Sarana Hitech Systems". Pada tahun 1990, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, dan setahun kemudian, perusahaan ini juga mengubah namanya menjadi seperti sekarang. Pada tahun 1996, perusahaan ini memisahkan tim penjualan langsungnya menjadi PT Mitra Integrasi Informatika. Pada tanggal 23 Mei 2000, perusahaan ini memisahkan tim distribusinya menjadi PT Metrodata E Bisnis. Pada tahun 2008, perusahaan ini mengakuisisi PT Soltius Indonesia yang bergerak di bidang konsultansi SAP dan membeli 37,21% saham PT Xerindo Teknologi yang bergerak di bidang perencanaan, pemasangan, pengujian/penyalaan, perawatan radio telekomunikasi, dsb. Pada tahun 2010, perusahaan ini menjual PT E Metrodata Com ke BT Frontline Pte. Ltd. untuk memitigasi dampak dari akuisisi Sun Microsystems oleh Oracle. Pada tahun 2011, bersama Synnex Technology International, perusahaan ini mendirikan PT Synnex Metrodata Indonesia untuk memperkuat bisnis distribusi perangkat dan layanan digitalnya. Perusahaan ini kemudian juga mendirikan PT My Icon Technology untuk berekspansi ke bisnis e-commerce.

Pada tahun 2012, bersama Logicalis Singapore Pte. Ltd., perusahaan ini mendirikan PT Logicalis Metrodata Indonesia untuk mengembangkan bisnis jaringan solusi digitalnya. Pada tahun 2016, PT Synnex Metrodata Indonesia mendirikan PT Synnex Metrodata Technology & Services untuk berekpansi ke bisnis perakitan komputer dan peralatan komunikasi nirkabel. Pada tanggal 24 Pebruari 2017, PT Mitra Integrasi Informatika membeli saham PT Metro Mobile Indonesia yang bergerak di bidang pengembangan dan implementasi aplikasi mobilitas. Perusahaan ini kemudian juga membeli saham PT Packet Systems Indonesia yang bergerak di bidang jaringan pita lebar dan integrasi sistem infrastruktur. Pada tahun 2018, PT Logicalis Metrodata Indonesia digabung dengan PT Packet Systems Indonesia, dan PT My Icon Technology dijadikan anak usaha dari PT Synnex Metrodata Indonesia. Pada tahun 2019, perusahaan ini meresmikan pusat logistik modern di Kawasan Industri MM2100, Cibitung.[2][3] Pada awal tahun 2022, PT Synnex Metrodata Indonesia resmi menjadi distributor dari produk Allied Telesis di Indonesia.[4]

Referensi

  1. 1 2 "Komisaris & Direksi". PT Metrodata Electronics Tbk. Diakses tanggal 8 Agustus 2022.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021". PT Metrodata Electronics Tbk. Diakses tanggal 8 Agustus 2022.
  3. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Metrodata Electronics Tbk. Diakses tanggal 8 Agustus 2022.
  4. ↑ Soenarso, Sugeng Adji (16 Juli 2022). Laoli, Noverius (ed.). "Anak Usaha Metrodata Electronics (MTDL) Jalin Kemitraan dengan Allied Telesis". Kontan.co.id. Kontan. Diakses tanggal 8 Agustus 2022.


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan