Kamis, 24 September 2026
02:03 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Methemoglobin

Methemoglobin

250px-NADH_cytochrome_B5_reductase_1UMK.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur enzim yang mengubah methemoglobin menjadi hemoglobin.

Methemoglobin adalah bentuk dari hemoglobin yang mengandung besi dalam rupa ion feri (Fe3+).[1]

Karakteristik

Methemoglobin terus menerus dibentuk di dalam eritrosit pada jumlah kecil karena disebabkan oksidasi spontan.[2] Senyawa ini dicegah oleh sistem enzim untuk terakumulasi di eritrosit sehingga jumlah methemoglobin hanya sebesar kurang dari 1% dari jumlah total hemoglobin.[2] Methemoglobin berwarna coklat kebiruan dan tidak akan berubah menjadi merah saat terpapar oksigen.[2] Besi yang teroksidasi tidak mampu mengikat oksigen, tetapi saat satu atau lebih atom besi telah teroksidasi, maka konformasi molekul hemoglobin akan berubah.[2] Hal ini menyebabkan afinitas oksigen dari kelompok heme akan meningkat.[2] Jika jumlah methemoglobin meningkat di darah, maka kurva disosiasi oksigen akan bergeser ke kiri, dan oksigen tidak tersalurkan dengan efisien ke jaringan tubuh.[2] Jika methemoglobin berjumlah lebih besar dari 30% dari total hemoglobin, maka akan timbul gejala penyakit hipoksia dan sianosis.[2] Jumlah methemoglobin yang meningkat adalah hasil produksi yang berlebihan yang disebabkan oleh keberadaan senyawa pengoksidasi (contohnya nitrit) atau jika adanya pengurangan aktivitas enzim methemoglobin reduktase (yang biasanya terjadi karena kelainan genetik).[2] Jumlah berlebih ini juga ditemukan pada penderita kelainan turunan penyakit Hb M yang menyebabkan ketidaknormalan pada struktur bagian globin dari molekul hemoglobin.[2]

Referensi

  1. Irwin RS, Rippe JM. 2008. Irwin and Rippe's Intensive Care Medicine. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rodak BF, Fritsma GA, Keohane E. 2007. Hematology: Clinical Principles and Applications. Missouri: Saunders.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan