Rabu, 28 Oktober 2026
04:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Merycopotamus

Merycopotamus

genus mamalia

Bagikan:
Merycopotamus
Rentang waktu: Miosen Tengah–Pliosen Akhir
250px-Assorted_fossil_casts_of_Merycopotamus_dissimilis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil Merycopotamus dissimilis di Academy of Natural Sciences, Philadelphia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: †Anthracotheriidae
Subfamili: †Bothriodontinae
Genus: †Merycopotamus
Falconer & Cautley, 1847
Spesies tipe
†Merycopotamus dissimilis
Spesies
  • †M. dissimilis
  • †M. medioximus
  • †M. nanus
  • †M. thachangensis[1]
Artikel takson sembarang

Merycopotamus adalah sebuah genus anthracothere Asia punah yang hidup pada Miosen Tengah, dan mati pada Pliosen Akhir. Pada puncak pengaruh genus tersebut, spesies tersebut tersebar di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara (Indonesia, Myanmar, dan Thailand).[2][3] Dengan kepunahan spesies terakhir, M. dissimilis, garis keturunan anthracothere berakhir. Merycopotamus sangat berkerabat dengan genus anthracothere Libycosaurus. Tak seperti Merycopotamus, Libycosaurus tak pernah meninggalkan Afrika.[4] Pada kenyataannya, beberapa fosil Afrika awalnya ditempatkan dalam Merycopotamus, namun kini dialihkan ke Libycosaurus.[2][5]

Referensi

  1. ↑ Hanta, R.; Ratanasthien, B.; Kunimatsu, Y.; Saegusa, H.; Nakaya, H.; Nagaoka, S. & Jintasakul, S. (2008). "A New Species of Bothriodontinae, Merycopotamus thachangensis (Cetartiodactyla, Anthracotheriidae) from the Late Miocene of Nakhon Ratchasima, Northeastern Thailand". Journal of Vertebrate Paleontology. 28 (4): 1182–1188. Bibcode:2008JVPal..28.1182H. doi:10.1671/0272-4634-28.4.1182. S2CID 130059264.
  2. 1 2 Lihoreau, F.; J. Barry; C. Blondel; Y. Chiamanee; J.-J. Jaeger; M. Brunet (2007). "Anatomical revision of the genus Merycopotamus (Artiodactyla; Anthracotheriidae): its significance for late Miocene mammal dispersal in Asia". Palaeontology. 50 (2): 503–524. Bibcode:2007Palgy..50..503L. doi:10.1111/j.1475-4983.2006.00643.x. S2CID 129663125.
  3. ↑ Hanta, Rattanaphorn; et al. (12 Desember 2008). "A New Species of Bothriodontinae, Merycopotamus thachangensis (Cetartiodactyla, Anthracotheriidae) from the Late Miocene of Nakhon Ratchasima, Northeastern Thailand". Journal of Vertebrate Paleontology. 28 (4): 1182–1188. Bibcode:2008JVPal..28.1182H. doi:10.1671/0272-4634-28.4.1182. JSTOR 20491049.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Lihoreau, Fabrice; Jean-Renaud Boisserie; et al. (2006). "Anthracothere dental anatomy reveals a late Miocene Chado-Libyan bioprovince" (PDF). Proceedings of the National Academy of Sciences. 103 (originally published online May 24, 2006): 8763–8767. Bibcode:2006PNAS..103.8763L. doi:10.1073/pnas.0603126103. PMC 1482652. PMID 16723392.
  5. ↑ Pickford, Martin (2006). "Sexual and individual morphometric variation in Libycosaurus (Mammalia, Anthracotheriidae) from the Maghreb and Libya". Geobios. 39 (2): 267–310. Bibcode:2006Geobi..39..267P. doi:10.1016/j.geobios.2004.06.006.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan