Rabu, 21 Oktober 2026
07:18 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Mercure Convention Center Ancol

Mercure Convention Center Ancol

hotel di Kota Tua Jakarta

Bagikan:
Mercure Convention Center Ancol
330px-Mercure_Ancol_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Mercure_Ancol_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Mercure_Convention_Center_Ancol&revid=29646254&groups=_3eb0a8a4f63ae334fa5ac4ae2479b31d3bc08ec6&parser=parsoid
Peta interaktif area Mercure Convention Center Ancol
Jaringan hotelMercure
Informasi umum
LokasiJakarta, Indonesia
AlamatJl. Pantai Indah, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara
Koordinat6°07′20″S 106°50′12″E / 6.12216°S 106.83655°E / -6.12216; 106.83655
Pembukaan15 September 1975;51 tahun lalu (1975-09-15) (sebagai Horison)
12 Maret 2003;23 tahun lalu (2003-03-12) (sebagai Mercure)
PemilikJakarta Setiabudi Internasional (di bawah lisensi dari Accor SA)
Data teknis
Jumlah lantai11
Desain dan konstruksi
ArsitekPerentjana Djaja
PengembangDimensi Engineering Contractors
Informasi lain
Jumlah kamar438
Jumlah rumah makan2
Situs web
all.accor.com/hotel/5473/index.en.shtml

Mercure Convention Center Ancol, dahulu dikenal dengan nama Hotel Horison, adalah sebuah hotel berbintang 4 yang terletak di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Hotel ini merupakan hotel kedua yang dibangun di taman hiburan ini, setelah Putri Duyung Cottage. Hotel ini dahulu terletak tepat di tepi Pantai Ancol, tetapi reklamasi yang dilakukan pada tahun 2010-an telah menggerus reputasi ini.[1] Sesuai dengan namanya, Mercure Convention Center Ancol ditargetkan untuk wisatawan bisnis. Hotel ini dimiliki oleh PT Metropolitan Realty International, anak usaha dari Jakarta Setiabudi Internasional melalui perjanjian lisensi waralaba dari perusahaan penyantunan multinasional asal Prancis, yaitu Accor.[2]

Sejarah

Meskipun Ancol saat ini identik dengan hiburan keluarga, hotel ini awalnya dibangun untuk aktivitas yang sekarang dianggap haram di Indonesia: perjudian. Pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, perjudian masih berstatus legal di Jakarta, dan berbagai sarana dan prasarana dibangun untuk mendukung aktivitas tersebut. Salah satu kasino terbesar adalah Copacabana yang terletak di tepi Pantai Ancol.[3] Untuk melayani tamu kasino, pada tahun 1973, PT Metropolitan Realty International, anak usaha Metropolitan Group (sekarang Metland), mulai membangun sebuah hotel berlantai 10 dengan biaya sebesar Rp4 miliar. Dirancang oleh Perentjana Djaja dan dibangun oleh Dimensi Engineering, hotel tersebut dibuka secara terbatas pada tanggal 15 September 1975 sebagai Hotel Horison, sekaligus menandakan peluncuran jaringan hotel Horison yang masih ada sampai sekarang. Ali Sadikin secara resmi membuka hotel pada tanggal 15 April 1976.[4]

Pada tahun 1981, Presiden Soeharto mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.9/1981 yang melarang segala bentuk perjudian di Indonesia.[5] Hal ini membawa petaka bagi Hotel Horison hampir dalam sekejap. Tutupnya Copacabana menyebabkan hotel ini kehilangan sumber utama penghasilan mereka, dan mereka mencatat kerugian setiap tahun. Selama lima tahun berturut-turut, hotel ini hanya mencatat tingkat hunian sebesar 15%. Situasi ini berjalan hingga tahun 1986, ketika Boediman Kusika ditunjuk sebagai General Manager. Boediman, yang mengerti bahwa mereka perlu mencari sumber penghasilan alternatif, mulai merombak kinerja dan mengubah citra hotel menjadi sebuah penginapan ramah keluarga, terutama karena Dunia Fantasi sudah dibuka pada tahun 1985. Hal ini membuahkan hasil; per tahun 1993, hotel mencatat tingkat hunian sebesar 70%. Hotel Horison meraih penghargaan Anugerah Adikarya Wisata atas kegigihannya untuk bangkit dari keterpurukan.[4]

Pada bulan April 1990, Hotel Horison mengalami perluasan dengan penambahan sebuah gedung baru berlantai 11 yang terdiri atas 120 kamar. Pembangunan ini selesai pada bulan September 1991 dan mulai digunakan pada tanggal 18 April 1992. Hal ini meningkatkan jumlah kapasitas kamar hotel dari 320 menjadi 440.[4]

Pada tahun 2001, Metland menjual Metropolitan Realty International kepada Jakarta Setiabudi Internasional, pemilik Hotel Raddin Ancol (sekarang Discovery Ancol). Dua tahun kemudian, Metland mengakhiri kontrak pengelolaan hotel dan digantikan oleh Accor. Hotel resmi bersalin nama menjadi Mercure Convention Center Ancol pada tanggal 12 Maret 2003. Di bawah Accor, hotel melakukan reorientasi kedua dengan target baru, yakni wisatawan bisnis.[6]

Fasilitas

Mercure Convention Center Ancol adalah hotel berlantai 11 yang memiliki kapasitas kamar sebanyak 438, dengan tipe kamar mulai dari Superior Room hingga Presidential Suite. Hotel ini menyediakan fasilitas pendukung berupa 2 rumah makan (Nelayan Bar, Sunda Kelapa Restaurant), kolam renang, pusat kebugaran, dan 16 ruang pertemuan.[7]

Rujukan

  1. ↑ "Ancol Anggarkan Rp 150 M untuk Kembangkan Pantai Timur". Berita Satu. 23 Desember 2014. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.
  2. ↑ "Hotel Mewah yang Ternyata Milik Konglomerat Jan Darmadi". Okezone. 26 Mei 2023. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.
  3. ↑ "Kisah Bang Ali dan Judi". Detik X. 16 Juni 2017. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.
  4. 1 2 3 "Mercure Convention Centre Ancol". Setiap Gedung Punya Cerita. 19 April 2019. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Kisah Jakarta yang Pernah Memiliki Tempat Judi Alias Kasino". Kompas. 23 Oktober 2022. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.
  6. ↑ "BISNIS PERHOTELAN ITU SEPERTI ROLLER COASTER". Property and the City. 9 Januari 2023. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.
  7. ↑ "Review Hotel Mercure Ancol, Ada Fasilitas Anak". Popmama. 23 Juni 2023. Diakses tanggal 3 Agustus 2024.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan