Rabu, 28 Oktober 2026
03:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Meras gandrung

Bagikan:

Meras Gandrung merupakan ritual yang menandai bahwa seseorang sudah dinyatakan lulus dan siap melakukan pementasan tari gandrung secara utuh. Menjadi seorang gandrung tidak sekadar menarikan tari gandrung. Ia perlu latihan secara khusus dari gandrung yang lebih dulu ada. Latihan tersebut terdiri dari rangkaian latih gerak, olah suara, dan tradisi yang meliputi gandrung. Gandrung masyhur sebagai ikon Banyuwangi. Meras di sini adalah sesaji. Tidak ada panduan teks tertulis tentang tata cara meras. Secara lisan, gandrung satu menurunkan tradisi tersebut kepada gandrung generasi berikutnya. Pada zaman dahulu, seorang gandrung bukan hanya sebagai penari atau penghibur. Ia juga sebagai juru penyembuh dari penyakit, baik secara medis maupun non medis.

Untuk menjadi seorang gandrung, ia harus berlatih gerak tari secara rutin. Ia juga perlu berbagai asupan. Asupan dapat berupa bahan-bahan dari alam untuk kebugaran tubuh gandrung. Hal tersebut sangat penting karena seorang gandrung dituntut untuk selalu tampil prima selama semalam suntuk. Ia juga harus memiliki suara yang sesuai dengan pakem gending-gending yang dinyanyikan selama pertunjukkan. Salah satu asupan dari alam untuk gandrung adalah pupuh (gurah). Ia menjalani pupuh oleh gurunya yang bertujuan membersihkan saluran pernapasan gandrung agar suaranya nyaring. Pupuh yang dimaksud adalah mengeluarkan lendir dari hidung gandrung. Asupan lain dari guru gandrung adalah mantra-mantra yang harus dhafalkannya. Mantra tersebut adalah bagian dari tembang juga merupakan bentuk doa kepada Tuhan. Jika semua itu sudah dilakukan dan dipenuhi, pelaksanaan meras menandai keberhasilan gandrung.

Kini prosesi meras gandrung atau wisuda gandrung tidak hanya diwujudkan dalam ritual. Rangkaian pelaksanaan meras ditampilkan dalam sebuah pertunjukkan sendratari. Sendratari Meras Gandung menggambarkan urutan dari waktu belajar hingga lulus dan diwisuda menjadi gandrung.[1]

Referensi

  1. ↑ (sli/c12/diq (5 Januari 2020). "Meras Gandrung, Antara Rtual dan Sendratari : Ada Proses Membershkan Saluran Pernapasan". Jawa Pos.{{cite news}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan