Rabu, 21 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Merak biru

Merak biru

spesies burung

Bagikan:
Merak biru
250px-Indian_Peacock_in_Tholpetty_Wildlife_Sanctuary_01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Pavo
Spesies:
P. cristatus
Nama binomial
Pavo cristatus
Linnaeus, 1758
250px-Indian_Peacock_Range.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pavo cristatus.

Merak biru atau merak india, yang dalam nama ilmiahnya Pavo cristatus adalah salah satu burung dari tiga spesies burung merak. Merak biru mempunyai bulu berwarna biru gelap mengilap. Burung jantan dewasa berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 230 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang berwarna hijau metalik. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak biru membentuk kipas. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya tidak mengilap, berwarna cokelat kehijauan dengan garis-garis hitam dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Burung muda seperti betina.[butuh rujukan]

Populasi merak biru tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal dan Bhutan.[2] Sebelumnya spesies ini ditemukan juga di Bangladesh, tetapi sekarang kemungkinan besar telah punah di sana.[3]

Merak jantan adalah spesies poligami, mempunyai pasangan lebih dari satu. Pada musim berbiak, burung jantan memamerkan bulu ekornya di depan burung betina. Bulu-bulu penutup ekor dibuka membentuk kipas dengan bintik berbentuk mata berwarna biru. Burung betina biasanya menetaskan tiga sampai enam butir telur.[butuh rujukan]

Pakan burung merak biru terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti cacing, laba-laba, dan kadal kecil.[4]

Merak biru adalah burung nasional negara India.[5] Spesies ini juga memegang peranan penting dalam mitologi Buddha, Hindu, dan kebudayaan-kebudayaan lainnya.[6]

Burung merak biru dievaluasikan sebagai berisiko rendah di dalam IUCN Red List.[butuh rujukan]

Galeri

  • 250px-Pavo_cristatus_side_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Peacock_courting_peahen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-AucklandZoo.1005.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Bagatelle_roseraie_classique13.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Peafowl.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Pfau_Zoo_Leipzig.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Hinterteil_eines_radschlagenden_Pfaus.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Museum specimen -
    Museum specimen -

Mutasi Warna

Beberapa merak biru bisa berwarna putih karena ketiadaan melanin dan hal ini disebut albino.[7]

  • Pavo cristatus mutasi alba (jantan).
    Pavo cristatus mutasi alba (jantan).
  • Pavo cristatus mutasi alba (jantan).
    Pavo cristatus mutasi alba (jantan).

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ IUCN Detail 22679435
  2. ↑ Fukuhara, Ryoji; Agarie, Junosuke; Furugen, Muneaki; Seki, Hirofumi (2022-04-01). "Nesting habitats of free-ranging Indian peafowl, Pavo cristatus, revealed by sniffer dogs in Okinawa, Japan". Applied Animal Behaviour Science. 249: 105605. doi:10.1016/j.applanim.2022.105605. ISSN 0168-1591.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  3. ↑ Khan, Reza (2003-09-19). "The Majestic Peacok(Mayur): Extinct in Bangladesh". The Daily Star. Diakses tanggal 2025-01-28.
  4. ↑ BioExplorer (2024-10-31). "What Do Peacocks Eat? | Peacocks Diet By Types | BioExplorer". Bio Explorer (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-01-28.
  5. ↑ "National Identity Elements - National Bird - Know India: National Portal of India". knowindia.india.gov.in. Diakses tanggal 2025-01-28.
  6. ↑ Shah, Aditi (2020-01-16). "Peacock: A Constant in Indian Culture". www.peepultree.world. Diakses tanggal 2025-01-28.
  7. ↑ Rehman, Mina (2024-08-07). "White Peacocks And The Genes That Decide Their Destiny - Smore Science Magazine". Smore Science (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-01-28.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan