Sabtu, 10 Oktober 2026
19:39 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Meoto Iwa

Meoto Iwa

Bagikan:
250px-Meotoiwa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meoto Iwa
250px-Meotoiwa01%28mie%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meoto Iwa saat air laut surut.

Meoto Iwa (夫婦岩) adalah sepasang batu besar di pantai Futami, Mie, Jepang. Keduanya dihubungkan oleh sebuah shimenawa (tambang besar dari jalinan jerami) dan dianggap keramat oleh umat Shinto di sekitar Kuil Futami Okitama (二見興玉神社, Futami Okitama Jinja). Menurut kepercayaan Shinto, kedua batu tersebut melambangkan persatuan dua leluhur kami, Izanagi dan Izanami. Maka dari itu batu tersebut diperlakukan layaknya dua mempelai manusia. Talinya, yang beratnya melebihi satu ton, harus diganti bebeberapa kali dalam setahun dalam suatu upacara istimewa. Batu yang lebih besar—dikatakan sebagai mempelai prianya—memiliki sebuah torii di puncaknya.

Waktu yang baik untuk menyaksikan batu tersebut adalah saat fajar di musim panas, ketika matahari tampak bersinar di antara keduanya. Gunung Fuji juga tampak di kejauhan. Saat air laut surut, kedua batu tersebut tampak tidak terpisah oleh air.

Kuil Okitama didedikasikan kepada Miketsu, dewi pangan. Ada banyak patung katak di sekeliling kuil. Kuil beserta kedua batu tersebut berada di dekat kuil Ise, tempat terpenting dalam agama Shinto.

Referensi

34°30′34″N 136°47′18″E / 34.50944°N 136.78833°E / 34.50944; 136.78833


Ikon rintisan

Artikel bertopik Shinto ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan