- Seekor anak sapi yang menjilat hidungnya.
- Seekor burung kolibri yang menjilat nektar
- Seekor kanguru abu-abu jantan yang menjilat pergelangan tangannya untuk termoregulasi
- Singa yang melakukan perawatan sosial
- Serigala yang saling menjilat untuk menunjukkan status sosial[1]
- Seekor kucing domestik yang menjilat cakarnya saat merawat diri
- Seekor harimau "menjilat" udara selama respons flehmen
- Seekor ular yang menjilat daun untuk mendeteksi mangsa
Menjilat adalah tindakan mengusapkan lidah di atas suatu permukaan, biasanya untuk menempelkan air liur ke permukaan tersebut, atau untuk mengumpulkan cairan, makanan, atau mineral ke atas lidah untuk ingesti, atau untuk berkomunikasi dengan hewan lain. Banyak hewan merawat diri, makan, atau minum dengan cara menjilat.
Pada hewan
Perawatan diri: Hewan umumnya membersihkan diri melalui jilatan. Pada mamalia, jilatan membantu menjaga rambut tetap bersih dan tidak terbelit. Lidah banyak mamalia memiliki permukaan atas yang kasar yang berfungsi seperti sikat saat hewan tersebut menjilat rambutnya.[2] Reptil tertentu, seperti tokek, membersihkan mata mereka dengan cara menjilatnya, karena mereka tidak memiliki kelopak mata.[3]
Mamalia biasanya menjilat anaknya hingga bersih segera setelah kelahiran; pada banyak spesies, hal ini diperlukan untuk membebaskan bayi yang baru lahir dari kantung ketuban. Jilatan ini tidak hanya membersihkan dan mengeringkan rambut sang anak, tetapi juga merangsang proses pernapasan dan pencernaannya.[4] Anggota famili Kanid juga merangsang anak-anak mereka untuk buang air kecil dengan menjilat sekresi kelenjar preputium mereka.[1]
Pemerolehan makanan dan air: Burung kolibri sering dikatakan "menghisap" nektar, tetapi kenyataannya mereka menjilat nektar menggunakan lidah panjang mereka.[5][6] Lidah mereka memiliki tepi yang berumbai, yang membantu dalam memakan nektar maupun menangkap serangga kecil. Induk burung kolibri juga menjilat anak-anaknya setelah badai hujan untuk mengeringkan mereka dengan menjilat tetesan air dari tubuh anak-anaknya agar tidak kedinginan. Banyak hewan minum dengan cara menjilat. Meskipun mamalia muda minum susu dari puting induknya dengan cara menghisap, metode minum yang khas bagi mamalia dewasa melibatkan pencelupan lidah berulang kali ke dalam air dan menggunakannya untuk mencedok air ke dalam mulut.[7] Metode minum ini sebagian bergantung pada air yang menempel pada permukaan lidah dan sebagian lagi pada kontrol otot lidah untuk membentuknya menjadi menyerupai sendok.[butuh rujukan] Sapi, kuda, dan hewan lainnya menjilat batu, jilatan garam, atau benda lain untuk mendapatkan nutrisi mineral.[8][9]
Pengecapan: Hewan juga menggunakan lidah mereka untuk meningkatkan indra penciuman mereka.[10] Dengan menjilat suatu permukaan atau menjulurkan lidah ke luar mulut, molekul-molekul ditransfer melalui lidah ke reseptor penciuman di hidung dan pada beberapa hewan, ke organ vomeronasal. Pada beberapa mamalia, lidah digunakan untuk "menjilat" udara selama respons flehmen untuk membantu pengalihan feromon. Demikian pula, ular menggunakan penciuman untuk melacak mangsanya. Mereka membaui dengan menggunakan lidah bercabang mereka untuk mengumpulkan partikel-partikel di udara, lalu meneruskannya ke organ vomeronasal. Mereka terus menggerakkan lidahnya, mengambil sampel partikel dari udara, tanah, dan air, menganalisis bahan kimia yang ditemukan, serta menentukan keberadaan mangsa atau pemangsa di lingkungan sekitar.[11]
Komunikasi: Anjing dan kucing menggunakan jilatan baik untuk membersihkan diri maupun untuk menunjukkan kasih sayang di antara sesama mereka atau kepada manusia, biasanya dengan menjilat wajah mereka.[12] Banyak hewan menggunakan jilatan sebagai sinyal ketundukan atau penenang dalam hierarki dominasi.[13][14]
Termoregulasi: Beberapa hewan menggunakan jilatan untuk mendinginkan diri. Kucing tidak berkeringat seperti manusia dan air liur yang ditempatkan melalui jilatan memberikan sarana pendinginan evaporatif yang serupa.[15] Beberapa hewan menyebarkan air liur ke area tubuh yang berambut sedikit atau tidak berambut sama sekali untuk memaksimalkan pelepasan panas. Sebagai contoh, kanguru menjilat pergelangan tangan mereka dan tikus menjilat testis mereka.[16][17]
Perilaku perkawinan: Mamalia jantan sering kali menjilat organ kelamin betina sebelum kopulasi.[18] Perawatan kelamin pascakopulasi sering terjadi pada tikus jantan dan primata prosimian.[19] Perilaku ini dapat mencegah penularan penyakit.[20][21]
Pada manusia
Dibandingkan dengan sebagian besar mamalia lainnya, menjilat memiliki peran yang relatif kecil bagi manusia. Lidah manusia relatif pendek dan tidak fleksibel, serta tidak teradaptasi dengan baik untuk merawat diri maupun minum. Sebaliknya, manusia lebih suka membersihkan diri menggunakan tangan mereka dan minum dengan cara menghisap atau menuangkan cairan ke dalam mulut mereka. Manusia memiliki jauh lebih sedikit rambut di kulit mereka dibandingkan kebanyakan mamalia lainnya, dan sebagian besar rambut tersebut berada di tempat-tempat yang tidak dapat mereka jangkau dengan mulut mereka sendiri. Keberadaan kelenjar keringat di seluruh tubuh manusia membuat jilatan sebagai metode pendinginan tidak diperlukan.
Meskipun demikian, menjilat tetap memiliki peran bagi manusia. Meskipun manusia tidak dapat minum air secara efektif dengan cara menjilat, lidah manusia cukup memadai untuk menjilat cairan yang lebih kental. Beberapa makanan dijual dalam bentuk yang dimaksudkan untuk dikonsumsi utamanya dengan cara dijilat, misalnya kerucut es krim dan lolipop. Meskipun berguna, di beberapa kebudayaan membersihkan jari dengan cara menjilat saat makan dianggap sebagai etika makan yang tidak sopan.
Manusia menggunakan jilatan untuk sejumlah tujuan lain. Sebagai contoh, menjilat dapat membasahi permukaan perekat pada prangko atau amplop. Banyak orang menjilat ujung jari (biasanya jari telunjuk) untuk mendapatkan daya cengkeram ekstra saat membalik halaman, mengambil selembar kertas dari tumpukan paling atas, atau membuka kantung plastik. Dalam kegiatan menjahit, ujung benang biasa dibasahi dengan menjilat agar serat-seratnya saling menempel sehingga memudahkan memasukkannya ke dalam lubang jarum jahit. Praktik lain yang dianggap tidak beradab adalah menjilat tangan sendiri lalu menggunakannya untuk merapikan rambut.
Manusia juga menggunakan lidah mereka untuk tujuan seksual, seperti selama kunilingus, anilingus, felasio, jilatan payudara,[22] jilatan kaki, dan saat berciuman Prancis, ketika dua orang saling menjilat lidah satu sama lain.
Referensi
- 1 2 L. David Mech; Luigi Boitani (1 Oktober 2010). Wolves: Behavior, Ecology, and Conservation. University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-51698-1.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pourquoi les chats ont-ils une langue râpeuse ?". www.20minutes.fr (dalam bahasa Prancis). 2023-04-02. Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ "Râpeuse, extensible, bifide ou adhésive : quatre langues extraordinaires". Le Monde.fr (dalam bahasa Prancis). 2023-12-18. Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ "How Do I Know When My Zebra Finch Bird Is Pregnant?". Sciencing (dalam bahasa Inggris). 30 September 2021. Diakses tanggal 2024-06-06.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Roberts, W. Mark (1995-04-01). "Hummingbird Licking Behavior and the Energetics of Nectar Feeding". Department of Zoology, University of British Columbia. 112 (2): 456–463. Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ "Nectar feeding beyond the tongue: hummingbirds drink using phase-shifted bill opening, flexible tongue flaps and wringing at the tips".
- ↑ "Tree trunks take a licking as koalas source water". The University of Sydney (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ Macas-Pogo, Patricio; Sánchez, María Cristina Osorio (2021-09-17). "Use of mineral licks by mammals in areas of the Amazonia with no hunting pressure". THERYA (dalam bahasa Spanyol). 12 (3): 599. doi:10.12933/therya-21-1086. ISSN 2007-3364.
- ↑ "Wildlife Habitat Features Field Guide (Kootenay Boundary Region)" (PDF).
- ↑ Universalis, Encyclopædia (1999-01-19). "GUSTATION". Encyclopædia Universalis (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ AnimalSmart.org. "Do Snakes Really Smell with their Tongues". Default (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ "Why Does My Dog Lick My Hands When I Pet Her?". www.pinegroveveterinaryhospital.ca (dalam bahasa Inggris). 2024-02-21. Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ "TPWD: Chemical Communication -- Young Naturalist". tpwd.texas.gov. Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ Uccheddu, Stefania; Pierantoni, Ludovica; Ventura, Laura; Gambolo, Luca; Tonna, Matteo (Januari 2024). "Obsessive compulsive/compulsive disorder in companion animals: An ethological approach". Journal of Veterinary Behavior. 71: 57–62. doi:10.1016/j.jveb.2023.12.003. hdl:11577/3506290. ISSN 1558-7878.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cats and Kittens Magazine, Frequently Asked Cat Questions: Behavior Diarsipkan April 22, 2006, di Wayback Machine. URL visited 8 April 2006.
- ↑ "Foreleg Licking Cools Skin — Biological Strategy — AskNature". asknature.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ "Feeling the heat? Here's how some of Australia's most iconic animals keep cool". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2023-12-08. Diakses tanggal 2024-06-06.
- ↑ Naguib, Marc (2020-04-19). Advances in the Study of Behavior (dalam bahasa Inggris). Academic Press. ISBN 978-0-12-820726-0.
- ↑ Peter M. Kappeler; Carel P. van Schaik (13 Mei 2004). Sexual Selection in Primates: New and Comparative Perspectives. Cambridge University Press. ISBN 978-1-139-45115-4.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Frans B. M. De Waal; Peter L Tyack (Juni 2009). Animal Social Complexity: Intelligence, Culture, and Individualized Societies. Harvard University Press. ISBN 978-0-674-03412-9.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hart, B. L.; Korinek, E.; Brennan, P. (1987). "Postcopulatory genital grooming in male rats: prevention of sexually transmitted infections". Physiology & Behavior. 41 (4): 321–325. doi:10.1016/0031-9384(87)90395-7. ISSN 0031-9384. PMID 3432385.
- ↑ Pakpahan, Cennikon; Darmadi, Darmadi; Agustinus, Agustinus; Rezano, Andri (2022-07-21). "Framing and understanding the whole aspect of oral sex from social and health perspectives: a narrative review". F1000Research (dalam bahasa Inggris). 11: 177. doi:10.12688/f1000research.108675.3. ISSN 2046-1402. PMC 9377381. PMID 36035886.