Minggu, 11 Oktober 2026
09:38 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Menhir Mahat

Menhir di Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Bagikan:

Menhir Mahat adalah kumpulan ratusan menhir atau batu berdiri peninggalan budaya megalitik yang terdapat di wilayah nagari Mahat, Bukit Barisan, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.[1]

Menhir-menhir tersebut diperkirakan berusia sekitar 2000-6000 tahun sebelum masehi.[2] Semua menhir itu menghadap ke satu arah, yaitu ke Gunung Sago. Keberadaan menhir-menhir tersebut dimaknai sebagai tanda makam, tanda penghormatan, dan tanda kepercayaan.[1]

Situs Menhir Mahat

Saat ini tercatat ada 13 situs megalitik di kompleks menhir maek, yaitu: (1) Situs Menhir Ronah I, (2) Situs Menhir Ronah II, (3) Situs Menhir Ronah III, (4), Situs Padang Ilalang/Bukik Domo I, (5), Situs Menhir Bukik Domo II, (6), Situs Menhir Bukik Domo III, (7) Situs Menhir Kayu Kaciak, (8), Situs Menhir Kampung I, (9), Situs Menhir Kampung II, (10) Situs Menhir Ampang Gadang I, (11) Situs Bakal Menhir Ampang Gadang, (12) Situs Menhir Balai-Balai Batu/Koto Gadang (13) Menhir Bawah Parit/Koto Tinggi.[3]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 "Menhir Mahat 80 Persen Belum Tergali" Antara, 13-01-2014. Diakses 10-10-2014.
  2. ↑ "Mengunjungi nenek moyang di Nagari Mahat" Diarsipkan 2014-10-15 di Wayback Machine Situs Kemenparekraf, 05-01-2013. Diakses 10-10-2014.
  3. ↑ Kurniawan, Vicky (2024/07/21). "Membongkar Misteri Situs Menhir Maek di Sumatera Barat". Rumah Baca Anak Nagari (RBAN). Diakses tanggal 2025/10/18.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan