Senin, 26 Oktober 2026
16:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Menara Burana

Menara Burana

Bagikan:
Menara Burana
250px-Burana_tower_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Menara_Burana&revid=29853857&groups=_9f992cee4b4e2ebe4b7c8443e777e1e64b61a372&parser=parsoid
Peta interaktif area Menara Burana
Informasi umum
StatusHancur sebagian
JenisBangunan sejarah
LokasiKirgistan
Selesai dibangunabad ke-9

Menara Burana adalah minaret besar di Lembah Chuy yang berada di utara Kirgistan. Lokasi Menara Burana terletak sekitar 80 km di sebelah timur ibu kota negara Bishkek, dekat kota Tokmok. Menara, bersama dengan penanda kuburan, beberapa gundukan tanah dan reruntuhan benteng serta tiga monumen makam, merupakan bagian sisa-sisa kota kuno Balasagun, yang didirikan oleh Kekhanan Kara-Khanid pada akhir abad ke-9. Terdapat tangga di luar menara serta tangga yang curam dan berkelok-kelok di dalam menara yang memungkinkan pengunjung untuk naik menuju ke puncak menara.[1]

250px-Burana_tower-stairway.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tangga berkelok-kelok di dalam Menara Burana

Tinggi menara pada awalnya adalah 45 meter (148 kaki). Namun, selama berabad-abad sejumlah gempa bumi menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur menara. Gempa bumi besar yang terjadi pada abad ke-15 menghancurkan setengah bagian dari puncak menara, sehingga mengurangi ketinggian menara menjadi hanya 25 m (82 kaki). Pada awal 1900-an, imigran rusia di daerah sekitar menara menggunakan beberapa batu bata dari menara untuk proyek pembangunan gedung baru. Pekerjaan renovasi terhadap Menara Burana dilakukan pada tahun 1970-an untuk mengembalikan kekuatan pondasi dan memperbaiki sisi menara yang menghadap ke arah barat, yang pada saat itu berada dalam kondisi membahayakan dan hampir roboh.[2]

250px-BuranaTower.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tangga Luar Menara Burana

Keseluruhan situs, termasuk monumen makam, pondasi benteng dan penanda kuburan, saat ini berfungsi sebagai museum. Selain itu terdapat pula sebuah bangunan kecil di dalam situs tersebut yang berisi informasi sejarah serta artefak yang ditemukan di kawasan sekitar.

Legenda

Legenda yang terkait dengan menara menyebutkan bahwa pada zaman dahulu seorang penyihir perempuan pernah memberikan kutukan dan mengatakan kepada raja bahwa putrinya yang baru lahir akan mati setelah dia mencapai usia delapan belas tahun. Untuk melindungi sang putri, raja memerintahkan untuk membangun sebuah menara tinggi sebagai tempat di mana putrinya dikurung sampai berusia lebih dari delapan belas tahun. Tidak ada yang boleh memasuki menara, kecuali pelayan sang putri yang bertugas membawakan makanan. Putri tumbuh dewasa dalam kesendirian hingga menjadi seorang wanita muda yang cantik. Namun, pada suatu hari, seekor laba-laba beracun menyusup ke dalam menara dengan bersembunyi di dalam makanan yang dibawa oleh pelayan. Laba-laba kemudian menggigit sang putri, sehingga sang putri meninggal di dalam menara, tepat pada usia delapan belas tahun.[3]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-01. Diakses tanggal 2017-11-18.
  2. ↑ http://www.discovery-kyrgyzstan.com/archive/2008/10_14.php
  3. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-20. Diakses tanggal 2017-11-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan