Kamis, 22 Oktober 2026
00:35 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Menara Loji

Menara Loji

Menara peninggalan Belanda di Jatinangor

Bagikan:
250px-Menara_Loji_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menara Loji

Menara Loji adalah menara lonceng dengan gaya Arsitektur Kebangkitan Gothik yang terletak di Jatinangor, Sumedang. Dibangun pada tahun 1800-an oleh Baron Braud, tuan tanah yang memiliki perkebunan karet seluas kurang lebih 962 hektare. Sejak kawasan perkebunan karet berubah menjadi kawasan perguruan tinggi, menara loji ini dirawat oleh Universitas Winaya Mukti (Unwim). Setelah kepemilikan tanah beralih, menara loji tersebut berada di bawah tanggung jawab Institut Teknologi Bandung (ITB). Kawasan itu pun diubah oleh pihak ITB dan dibangun Taman Loji. Pada tahun 1980-an lonceng Menara Loji ini dicuri dan hingga kini kasusnya masih belum jelas.[1][a]

Sejarah

Menara ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai tempat untuk mengawasi para penyadap karet yang sedang bekerja dan juga sebagai penanda waktu bagi para penyadap karet tersebut. Lonceng yang ada di menara tersebut selalu dibunyikan setiap pukul 05.00 sebagai tanda bagi pekerja untuk memulai pekerjaannya. Kemudian dibunyikan kembali pukul 10.00 sebagai penanda bagi pekerja untuk mengambil mangkuk yang telah terisi oleh getah karet. Terakhir, lonceng tersebut akan dibunyikan kembali pada pukul 14.00 sebagai tanda bagi pekerja untuk pulang.[2]

Pada tahun 1983, loceng menara tersebut dicuri oleh Itjang Djoedibarie dengan bantuan Bonang P. Sirait sebagai aksi sabotase simbolik terhadap warisan kolonial dan pembalasan dendam atas kematian ayahnya. Lonceng yang telah dicuri diangkut ke sebuah tempat di dekat sungai Cikeruh, disembunyikan di bekas kandang sapi yang sudah tak terpakai. Tidak lama setelah lonceng dicuri, Bonang menukar lonceng itu dengan uang tunai yang digunakannya untuk membiayai pelariannya ke Cina Daratan. Transaksinya dirancang melalui dokumen dagang palsu.[3][4]

Catatan

  1. ↑ Berdasarkan sejarah lisan yang beredar di kalangan tetua Jatinangor dan ditemukannya beberapa naskah lama, lonceng Menara Loji dapat dipastikan telah dicuri oleh Itjang Djoedibarie pada tahun 1983. Muhammad, H. (2025). Sejarah Pencurian Lonceng Menara Loji di Jatinangor, Sumedang. Jurnal Muslihat: Sastra Eksperimental, 1(1), 1-4.

Referensi

  1. ↑ Yoseph Pencawan (25 September 2016). "Tak Banyak yang Tahu, Ada Menara Tua Legendaris Dekat Arena PON XIX Jabar". Bisnis.com. sumatra.bisnis.com. Diakses tanggal 30 April 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Pamela Fricylia (22 Januari 2014). "ITB Cari Lonceng Pengganti hingga ke Belanda". Tribunnews.com. Tribun Jabar. Diakses tanggal 30 April 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Hamdan, Muhammad (2025-05-29). "Sejarah Pencurian Lonceng Menara Loji di Jatinangor, Sumedang". Jurnal Muslihat: Sastra Eksperimental. 1 (1): 1–4. doi:10.5281/zenodo.15602389.
  4. ↑ Arsyad, D. (1984). Potongan Transkrip Wawancara Bonang P. Sirait dengan Komite Hitam. Forum Majalah Batubata Edisi #3.
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan