Sabtu, 24 Oktober 2026
20:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Rawai

Rawai

Bagikan:
330px-%22Long-lining%22_for_mackerel_off_Hopeman_-_geograph.org.uk_-_1410170.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Memancing dengan rawai

Perawaian atau pancing tali panjang adalah metode penangkapan ikan yang dilakukan secara komersial yang menggunakan tali panjang atau disebut juga rawai yang merupakan tali utama, serta tali kail yang terpasang dalam jarak tertentu yang disebut snood atau gangion.[1] Snood adalah tali yang berukuran pendek yang terikat pada tali utama di mana pada ujung snood terpasang kail berisi umpan. Ratusan bahkan ribuan kail dapat terpasang pada sebuah tali utama.

Namun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 'rawai' diartikan sebagai alat untuk menangkap ikan yang dibuat dari tali atau rotan yang direntangkan dan diikatkan beberapa buah kail.[2]

Bagian-bagian

Perawaian terdiri atas rangkaian tali utama, tali pelampung, di mana pada tali utama, pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan lebih kecil diameternya, dan di ujung tali cabangnya diikatkan alat pancing yang bercabang.[3] Salah satu jenisnya, rawai layur, sebuah alat yang digunakan untuk menangkap ikan layur, terdiri dari tali pelampung, tali utama, tali cabang, kawat barlen, pelampung, pemberat, mata pancing, dan swivel (kili- kili). Tali utama (main line) digunakan sebagai tempat untuk menggantungkan tali cabang.[4] Sedangkan tali cabang merupakan tali yang menghubungkan kawat barlen dengan main line. Kawat barlen berfungsi untuk menghindari putusnya tali cabang akibat gigitan ikan layur. Tali pelampung merupakan penyambung antara main line dengan pelampung. Pelampung berfungsi sebagai tanda tempat dioperasikannya pancing layur. Pemberat berguna untuk menjaga agar pancing tidak terbawa arus terlalu jauh dari fishing ground. Swivel berfungsi untuk menyambungkan main line dengan tali pelampung agar tidak mudah kusut dan dapat bergerak bebas (tidak terbelit saat dioperasikan).[4]

Sesuai dengan karakteristik habitat dan tingkah laku ikan dasar, kemudian dikembangkan beberapa alat tangkap, seperti: pancing, jaring dasar dan rawai dasar. Di samping mudah dari sisi pengoperasiannya, alat tangkap ini juga relatif murah dari sisi pembiayaannya. Sebagai akibatnya, alat tangkap pancing rawai dasar cukup tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia.[5]

Adapun, alat bantu rawai yang digunakan misalnya adalah radar, RDF, line hauler, marlin spike, catut potong, ganco, sikat baja, jarum pembunuh, dan pisau.[3]

Gambar

Pemancingan komersial
250px-Preparing_lines_for_salmon_longlining.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menyiapkan tali pancing
250px-Gangions_used_in_salmon_longlining.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Snood dipasang pada tali utama
250px-Setting_buoy_to_mark_end_of_salmon_longline.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Memasang pelampung pada ujung tali utama
250px-Recovering_salmon_longline.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mengangkat tali utama

Referensi

  1. ↑ Method and Apparatus for Long Line and Recreational Bait Fishing Patent application 20080202013. 28 August 2008.
  2. ↑ "Kamus Besar Bahasa Indonesia". Pusat Bahasa - Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-27. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.
  3. 1 2 "Rawai (Long Line)". IFT Fishing. 14 Juni 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-30. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.
  4. 1 2 "Alat Tangkap: Rawai Layur". Perikanan Indonesia. 10 Oktober 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-15. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Pancing Rawai". Bank Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-17. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik perikanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan