Selasa, 13 Oktober 2026
04:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Mella Jaarsma

Seniman seni rupa asal Belanda tinggal di Indonesia

Bagikan:

Mella Jaarsma (lahir 9 Oktober 1960[1]) adalah seorang seniman seni rupa kelahiran Belanda yang kini bertempat tinggal di Indonesia. Mella menetap di Yogyakarta sejak tahun 1984. Pada tahun 1988, ia menikah dengan Nindityo Adipurnomo dan bersamanya mendirikan Rumah Seni Cemeti.[2]

Karyanya menggarisbawahi berbagai isu sosial dan politik di Indonesia, terutama yang terkait dengan diskriminasi, rasisme, minoritas dan identitas. Beberapa kekhasan karyanya yang dikenal adalah karya seni penutup tubuh yang dibangun dari material-material tidak lazim.[3]

Ia pernah belajar seni rupa di Akademi Minerva, Groningen, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan ISI Yogyakarta. Jaarsma mempelajari filosofi wayang, terutama yang berhubungan dengan bayangan. Jaarsma pernah mendapat penghargaan The John D. Rockefeller 3rd Award, pada tahun 2006 di New York, Amerika Serikat.[2]

Referensi

  1. ↑ "Indonesian Visual Art Archive | Koleksi Dokumen Mella Jaarsma". archive.ivaa-online.org. Diakses tanggal 2020-01-25.
  2. 1 2 1978-, Dahlan, Muhidin M.,. Almanak seni rupa Indonesia : secara istimewa Yogyakarta. [Jakarta]. ISBN 9789791436298. OCLC 848263279.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ↑ "Mella Jaarsma: Give Me Shelter | troublemag" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-01-25.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan