Selasa, 20 Oktober 2026
22:01 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Melanie Mitchell

Melanie Mitchell

Bagikan:
Melanie Mitchell
250px-SD_2025_-_Melanie_Mitchell_01_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Los Angeles, California, US
AlmamaterBrown University
University of Michigan
Karier ilmiah
BidangSistem kompleks
Alogaritma genetika
Tempat kerjaUniversity of Michigan
Santa Fe Institute
Los Alamos National Laboratory
OGI School of Science and Engineering
Portland State University
Disertasi Copycat: A Computer Model of High-Level Perception and Conceptual Slippage in Analogy-Making  (1990)
Douglas Hofstadter and
John Holland
KerabatJonathan Mitchell (brother)[1]

Melanie Mitchell adalah seorang ilmuwan komputer Amerika. Ia adalah seorang Profesor di Santa Fe Institute. Karya utamanya di bidang penalaran analogis, sistem kompleks, algoritma genetika, dan automata seluler, dan publikasinya di berbagai bidang tersebut sering menjadi rujukan.[2]

Ia meraih gelar doktor pada tahun 1990 dari Universitas Michigan di bawah bimbingan Douglas Hofstadter dan John Holland, yang kemudian ia kembangkan dengan arsitektur kognitif Copycat. Ia adalah penulis "Analogy-Making as Perception", yang pada dasarnya merupakan buku tentang Copycat. Ia juga mengkritik A New Kind of Science karya Stephen Wolfram[3] dan menunjukkan bahwa algoritma genetika dapat menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah mayoritas untuk automata seluler satu dimensi. Ia adalah penulis An Introduction to Genetic Algorithms, sebuah buku pengantar terkenal yang diterbitkan oleh MIT Press pada tahun 1996. Ia juga penulis Complexity: A Guided Tour (Oxford University Press, 2009), yang memenangkan Phi Beta Kappa Science Book Award 2010, dan Artificial Intelligence: A Guide for Thinking Humans (Farrar, Straus, dan Giroux).

Kehidupan pribadi

Melanie Mitchell lahir dan dibesarkan di Los Angeles, California.[4] Ia kuliah di Brown University di Providence, Rhode Island, tempat ia mempelajari fisika, astronomi, dan matematika. Ketertarikannya pada kecerdasan buatan muncul di perguruan tinggi ketika ia membaca Gödel, Escher, Bach karya Douglas Hofstadter.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai guru matematika SMA di Kota New York. Karena merasa "perlu" berkecimpung di bidang kecerdasan buatan, Mitchell menghubungi Douglas Hofstadter dan berulang kali meminta untuk menjadi salah satu mahasiswa pascasarjananya. Setelah menemukan nomor telepon Hofstadter di MIT, Mitchell yang gigih menelepon beberapa kali, tetapi tidak ada yang menjawab. Ia akhirnya berhasil menghubungi Hofstadter setelah menelepon pukul 23.00, dan mendapatkan kesempatan magang untuk mengembangkan Copycat.[5]

Pada musim gugur tahun 1984, Mitchell mengikuti Hofstadter ke Universitas Michigan, mengajukan aplikasi "last minute" ke program doktoral universitas tersebut.[6] Ia memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1990 dengan disertasi Copycat: A Computer Model of High-Level Perception and Conceptual Slippage in Analogy-Making.

Karir

Mitchell adalah seorang Profesor di Santa Fe Institute. Mitchell mengembangkan platform Complexity Explorer untuk Santa Fe Institute, yang menawarkan kursus daring. Lebih dari 25.000 mahasiswa mengikuti kursus Mitchell "Introduction to Complexity".[7] Pada tahun 2018, Barbara Grosz, Dawn Song dan Melanie Mitchell menyelenggarakan lokakarya "On Crashing the Barrier of Meaning in AI".[8] Dia secara rutin tampil sebagai pakar tamu di Learning Salon, serangkaian pertemuan interdisipliner daring tentang kecerdasan biologis dan buatan.[9]

Penghargaan

Pada 2010 Mitchel merima penghargaan Phi Beta Kappa Award in Science. Selain itu pada tahun 2020, ia juga menerima Penghargaan Herbert A. Simon (NECSI).[10]

Pandangan

Meskipun menyatakan dukungan kuat terhadap penelitian AI, Mitchell juga menyatakan kekhawatirannya tentang kerentanan AI terhadap peretasan serta kemampuannya mewarisi bias sosial. Mengenai kecerdasan umum buatan, Mitchell mengatakan pada tahun 2019 bahwa "pengetahuan akal sehat" dan "kemampuan seperti manusia untuk abstraksi dan membuat analogi" mungkin merupakan langkah terakhir yang diperlukan untuk membangun mesin Kecerdasan super, tetapi teknologi saat ini belum mendekati kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini.[11] Mitchell meyakini bahwa kecerdasan visual seperti manusia memerlukan "pengetahuan umum, abstraksi, dan bahasa", dan berhipotesis bahwa pemahaman visual mungkin harus dipelajari sebagai agen yang berwujud dan bukan sekadar melihat gambar.[12]

Publikasi pilihan

Buku

Artikel

Referensi

  1. ↑ Mitchell, Melanie (September 1, 2011). Complexity: A Guided Tour. Oxford University Press. hlm. xvi. ISBN 978-0199798100. Diakses tanggal November 6, 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Google Scholar search for Melanie Mitchell
  3. ↑ Mitchell, Melanie (Oktober 4, 2002). "IS the Universe a Universal Computer?" (PDF). Science (www.sciencemag.org). hlm. 65–68. Diakses tanggal Maret 23, 2013.
  4. ↑ "Catalyzing Computing Podcast Episode 15 - Interview with Melanie Mitchell Part 1" (PDF). Computing Community Consortium.
  5. ↑ Mills, Kevin. "Melanie Mitchell Introduction" (PDF).
  6. ↑ Magazine, John Pavlus, Quanta. "The Computer Scientist Training AI to Think with Analogies". Scientific American (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Desember 2, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ "Santa Fe Institute profile: Melanie Mitchell". Diakses tanggal Mei 2, 2023.
  8. ↑ "On Crashing the Barrier of Meaning in AI; AI Magazine, 41(2), 2020, 86–92" (PDF). Diakses tanggal Mei 2, 2023.
  9. ↑ "The Learning Salon". Diakses tanggal Mei 2, 2023.
  10. ↑ "Portland State University, Department of Computer Science: Professor Melanie Mitchell receives Herbert A. Simon Award". Oktober 16, 2020. Diakses tanggal Mei 2, 2023.
  11. ↑ "Fears about robot overlords are (perhaps) premature". Christian Science Monitor. Oktober 25, 2019. Diakses tanggal Mei 10, 2020.
  12. ↑ "What Is Computer Vision?". PCMAG (dalam bahasa Inggris). Februari 9, 2020. Diakses tanggal Mei 10, 2020.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan