Senin, 26 Oktober 2026
22:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Mela shikar

Mela shikar

Bagikan:
250px-Khedda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gajah ditangkap dengan metode khedda

Mela shikar (bahasa Assam:'মেলা চিকাৰ) adalah metode tradisional untuk menangkap gajah liar yang akan dibawa ke penangkaran.[1] Dengan menggunakan metode ini, gajah liar akan dijerat dengan tali oleh orang yang menunggangi punggung gajah yang sudah dilatih yang disebut koonki.[2] Praktik ini dilakukan di bagian timur laut India, khususnya di Assam, dan merupakan salah satu metode yang digunakan di India kuno. Metode-metode penangkapan gajah tradisional lainnya meliputi khedda, byle shikar, menggali lubang, dan memancing gajah jantan dengan menggunakan koonki betina. Mela shikar sebelumnya diadakan dua kali setahun - setelah Durga Puja dan selama perayaan Bihu.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Gokhale, Nitin A. "Parade Of The Proboscides-Elephant deaths in Assam reopen the man-beast conflict issue". Outlook India. Diakses tanggal 2009-08-28.
  2. ↑ Kalita, Prabin (2009-08-21). "Assam seeks tame-tusker nod". The Times of India. Kolkata: 1. Diakses tanggal 2009-08-28.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Mitra, Naresh; Ray, Achintyarup (2009-09-13). "Caught in a trap". The Times of India. Kolkata: Bennett, Coleman & Co. Ltd.: 13. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-06-04. Diakses tanggal 2009-09-14.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan