Minggu, 11 Oktober 2026
23:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Mekanisme aksi

Mekanisme aksi

Bagikan:
250px-Mechanism_of_action_for_beta_blockers.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemblokir beta, mengantagoniskan reseptor adrenoseptor beta secara kompetitif sekaligus mengikatnya untuk mengurangi laju detak jantung adalah contoh mekanisme aksi.[1]

Pada farmakologi, istilah mekanisme aksi (mechanism of action, MOA) merujuk kepada interaksi-interaksi biokimiawi khusus yang menghasilkan efek farmakologis suatu zat obat-obatan.[2] Sebuah mekanisme aksi biasanya mencakup pembawaan target molekuler spesifik yang akan diikat oleh obat, seperti sebuah enzim atau reseptor.[3] Situs-situs reseptor memiliki afinitas-afinitas yang spesifik untuk obat-obatan, yang didasari oleh struktur kimiawi obat, dan aksi spesifik yang terjadi disana.

Mekanisme aksi dibedakan dengan mode aksi, karena mode aksi merujuk kepada perubahan anatomis dan fungsional pada skala seluler yang disebabkan oleh paparan suatu organisme pada suatu obat-obatan, sementara mekanisme aksi lebih mengarah ke skala molekuler.

Referensi

  1. ↑ Ogrodowczyk, M.; Dettlaff, K.; Jelinska, A. (2016). "Beta-blockers: Current state of knowledge and perspectives". Mini Reviews in Medicinal Chemistry. 16 (1): 40–54. doi:10.2174/1389557515666151016125948. PMID 26471965.
  2. ↑ Spratto, G.R.; Woods, A.L. (2010). Delmar Nurse's Drug Handbook. Cengage Learning. ISBN 978-1-4390-5616-5.
  3. ↑ Grant, R.L.; Combs, A.B.; Acosta, D. (2010) "Experimental Models for the Investigation of Toxicological Mechanisms". In McQueen, C.A. Comprehensive Toxicology (2nd ed.). Oxford: Elsevier. p. 204. ISBN978-0-08-046884-6.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan