Jumat, 25 September 2026
04:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Meibutsu

halaman disambiguasi

Istilah Jepang yang biasa digunakan untuk merujuk barang khas daerahTemplat:SHORTDESC:Istilah Jepang yang biasa digunakan untuk merujuk barang khas daerah

Meibutsu(名物, terj. har. 'barang terkenal') adalah istilah yang biasa digunakan untuk merujuk barang khas daerah (juga dikenal dengan meisan (名産)).

Meibutsu juga dapat diterapkan dalam bidang minat khusus, seperti chadō, yang merujuk pada peralatan teh ternama, atau pedang Jepang, yang mengacu pada pedang terkenal bernama tertentu.

Definisi

Kota Arimatsu, Aichi: terkenal dengan kain ikat celupnya
Minakuchi: terkenal dengan acar labunya

Meibutsu dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori berikut:[1]

Di masa lalu, meibutsu juga menyertakan:

  • Suvenir supernatural dan obat mujarab yang ajaib, seperti bubuk pahit Menoke yang konon menyembuhkan banyak penyakit;
  • Barang aneh yang menambahkan sentuhan "eksotis" pada aura setiap lokasi seperti salamander yang tahan api dari Hakone; dan
  • Pelacur, yang membuat lokalitas seperti Shinagawa, Fujisawa, Akasaka, Yoshida dan Goyu menjadi terkenal. Dalam beberapa kasus, orang-orang ini mungkin telah mendorong kunjungan ke daerah-daerah miskin dan terpencil, berkontribusi pada ekonomi lokal dan pertukaran antara orang-orang dari latar belakang yang berbeda.[butuh rujukan]

Beberapa cetakan dalam berbagai versi dari seri ukiyo-e Lima Puluh Tiga Stasiun di Tōkaidō menggambarkan meibutsu. Hal ini termasuk Arimatsu shibori, berbagai kain ikat celup yang dijual di Narumi (stasiun 41), dan kanpyō (irisan labu), produk dari Minakuchi (stasiun 51), serta rumah teh yang terkenal di Mariko (stasiun 21) dan tateba (tempat istirahat) yang terkenal menjual jenis kue beras yang disebut ubagamochi di Kusatsu (stasiun 51).

Kategori lainnya adalah peralatan teh khusus yang merupakan barang bersejarah dan berharga dari upacara minum teh Jepang.

Dalam media

Meibutsu adalah kunci untuk promosi pariwisata di Jepang, dan biasa digambarkan di dalam media sejak zaman Edo (1603–1867).

Ukiyo-e

Manga dan Anime

Televisi

  • Wafuu Souhonke - acara ragam yang menghadirkan meibutsu dan perajin tradisional sebagai segmen reguler

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Menurut makalah Laura Nenzi yang dikutip oleh Jilly Traganou dalam The Tokaido Road: Traveling and Representation in Edo and Meiji Japan (Routledge, 2004), (72)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan