Minggu, 04 Oktober 2026
18:39 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Mei Lanfang

Mei Lanfang

Bagikan:
250px-Meilanfang_banshenxiang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mei Lan Fang

Mei Lan Fang, lahir di Beijing pada tanggal 22 Oktober 1894.[1][2] Ia adalah pemain sandiwara dan opera klasik Tiongkok yang terkenal hingga taraf popularitasnya saat ini.[1] Namanya terkenal berkat peranan-peranannya sebagai perempuan pahlawan dan tarian-tariannya.[1] Tarian-tarian yang terkenal antara lain The Flower-Scuttering Deva dan Sword Dance in Chu Pa Wang, Farewell to His Mistress.[1] Ia pernah bergabung dalam Perusahaan Teater Xi-Lian-Cheng dalam 14 kali penampilannya di Shanghai.[2] Berkali-kali, Mei Lan Fang mengikuti pagelaran di luar negeri seperti Tokyo pada tahun 1918, Hongkong pada tahun 1921, Inggris dan Amerika Serikat pada tahun 1930, Rusia dan Eropa pada tahun 1935.[1] Sesudah pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok berdiri pada tahun 1949, Mei Lan Fang menetap di Beijing dan menjadi anggota dari Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat sekaligus menjadi Ketua Lembaga Seni Drama.[1] Ia mendapatkan penghargaan berupa gelar Hon.D.Liit. dari Universitas California, Amerika Serikat.[1] Mei Lanfang meninggal di Beijing pada tanggal 7 Agustus 1961.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. 1 2 3 "Beijing Opera Famous Player".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan