Sabtu, 24 Oktober 2026
01:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Mei Lanfang

Mei Lanfang

Bagikan:
250px-Meilanfang_banshenxiang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mei Lan Fang

Mei Lan Fang, lahir di Beijing pada tanggal 22 Oktober 1894.[1][2] Ia adalah pemain sandiwara dan opera klasik Tiongkok yang terkenal hingga taraf popularitasnya saat ini.[1] Namanya terkenal berkat peranan-peranannya sebagai perempuan pahlawan dan tarian-tariannya.[1] Tarian-tarian yang terkenal antara lain The Flower-Scuttering Deva dan Sword Dance in Chu Pa Wang, Farewell to His Mistress.[1] Ia pernah bergabung dalam Perusahaan Teater Xi-Lian-Cheng dalam 14 kali penampilannya di Shanghai.[2] Berkali-kali, Mei Lan Fang mengikuti pagelaran di luar negeri seperti Tokyo pada tahun 1918, Hongkong pada tahun 1921, Inggris dan Amerika Serikat pada tahun 1930, Rusia dan Eropa pada tahun 1935.[1] Sesudah pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok berdiri pada tahun 1949, Mei Lan Fang menetap di Beijing dan menjadi anggota dari Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat sekaligus menjadi Ketua Lembaga Seni Drama.[1] Ia mendapatkan penghargaan berupa gelar Hon.D.Liit. dari Universitas California, Amerika Serikat.[1] Mei Lanfang meninggal di Beijing pada tanggal 7 Agustus 1961.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. 1 2 3 "Beijing Opera Famous Player".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan