Minggu, 27 September 2026
02:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Megazostrodon

Megazostrodon

Megazostrodon
Rentang waktu: Rhaetian–Hettangian
250px-Megazostrodon%2C_Erythrotherium_%26_Morganucodon_teeth.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Molariform Megazostrodon (A), Erythrotherium (B) dan Morganucodon (C)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Synapsida
Klad: Therapsida
Klad: Cynodontia
Klad: Mammaliaformes
Ordo: †Morganucodonta
Famili: †Megazostrodontidae
Genus: †Megazostrodon
Crompton & Jenkins, 1968[1]
Spesies tipe
†Megazostrodon rudnerae
Crompton & Jenkins, 1968[1]
Spesies lain
  • †M. chenali Debuysschere et al., 2015[2]
Artikel takson sembarang

Megazostrodon adalah sebuah genus punah dari mammaliaformes basal yang masuk kedalam ordo Morganucodonta, yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu.[3] Dari genus ini, dua spesies yang sudah diketahui: M. rudnerae dari periode Jura Awal di Lesotho dan Afrika Selatan, dan M. chenali dari Trias Akhir di Perancis.[2]

Karakteristik

Megazostrodon merupakan hewan mirik celurut dengan panjang tubuh di antara 10 hingga 12 sentimeter, yang kemungkinan memakan serangga dan reptil kecil. Mereka dianggap sebagai sebuah hewan nokturnal karena mereka memiliki ukuran otak yang besar daripada cynodontia yang lebih awal, dengan bagian otak yang paling besar ialah bagian yang memproses bau dan suara.[3] Hal ini mungkin terjadi untuk menghindari kompetisi dengan reptil dan menjadi mangsa untuk dinosaurus.[4]

Meski dianggap sebagai kerabat dekat mamalia, Megazostrodon memiliki karakteristik non-mamalia yang diturunkan dari nenek moyangya: dua vertebra pertama masih belum menyatu, seperti yang dapat dilihat pada cynodontia yang lebih awal, dan hanya memiliki tiga vertebra sacral ketimbang lima, seperti yang ada pada mamalia modern.[5] Hewan ini juga masih memiliki tulang interklavikel (interclavicle), yang masih dapat ditemukan pada hewan monotremata, tetapi hilang pada garis yang mengarah kepada mamalia theria.

Referensi

  1. 1 2 Crompton; Jenkins (1968). "Molar occlusion in late Triassic mammals". Biological Reviews. 43 (4): 427–458. doi:10.1111/j.1469-185x.1968.tb00966.x. PMID 4886687. S2CID 1044399.
  2. 1 2 Debuysschere, M.; Gheerbrant, E.; Allain, R. (2015). "Earliest known European mammals: a review of the Morganucodontafrom Saint-Nicolas-de-Port (Upper Triassic, France)". Journal of Systematic Palaeontology. 13 (10): 825–855. doi:10.1080/14772019.2014.960486. S2CID 84966194.
  3. 1 2 Fur and Fangs: Mammal Origins Diarsipkan 2011-06-05 di Wayback Machine.. Palaeobiology and Biodiversity Research Group, University of Bristol.
  4. ↑ Smithsonian Science Abstract
  5. ↑ Kemp, The Origin and Evolution of Mammals, (2004). Oxford Univ. Press, p. 146.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan