Selasa, 27 Oktober 2026
21:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Mediatisasi Jerman

Mediatisasi Jerman

Bagikan:
250px-Map_of_the_Holy_Roman_Empire%2C_1789_en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kekaisaran Romawi Suci pada tahun 1789.

Mediatisasi Jerman (bahasa Jerman:deutsche Mediatisierung) adalah proses restrukturisasi wilayah besar-besaran yang berlangsung dari tahun 1802 hingga 1814 di wilayah Jerman dan sekitarnya (pada saat itu disebut Kekaisaran Romawi Suci). Restrukturisasi dilakukan dengan pelaksanaan mediatisasi dan sekularisasi[1] terhadap keuskupan, kota kekaisaran bebas, kepangeranan sekuler, dan entitas-entitas kecil lainnya yang kehilangan kemerdekaannya dan menjadi bagian dari negara-negara yang tersisa.

Dalam arti sempit, mediatisasi merupakan proses dimasukannya suatu negara yang memiliki status Reichsfreiheit ke dalam negara lain, sehingga menjadi mediat (mittelbar), sementara penguasa yang kehilangan wilayahnya masih memegang kepemilikan pribadinya dan sejumlah keistimewaan dan hak feudal, seperti keadilan rendah. Demi kemudahan penulisan, para sejarawan menggunakan istilah mediatisasi untuk seluruh proses restrukturisasi yang sedang terjadi pada masa itu tanpa memandang apakah negara yang dimediatisasi masih tetap bertahan atau dibubarkan sepenuhnya. Sekularisasi negara-negara keuskupan juga berlangsung pada saat yang sama dengan mediatisasi kota-kota kekaisaran bebas dan negara-negara sekuler lainnya.

Mediatisasi dan sekulerisasi negara-negara Jerman pada masa ini tidak diprakarsai oleh orang Jerman. Proses ini berlangsung akibat tekanan militer dan diplomatik dari Prancis revolusioner dan Napoleon. Peristiwa ini merupakan peristiwa pembagian ulang properti dan wilayah terbesar dalam sejarah Jerman sebelum tahun 1945.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Sekularisasi di sini berarti "penyerahan kepemilikan gerejawi kepada kepemilikan atau kegunaan sipil" (Webster's Encyclopedic Unabridged Dictionary of the English Language, 1989
  2. ↑ Whaley, J., Germany and the Holy Roman Empire (1493–1806), Oxford University Press, 2011, vol. 2, hlm. 620.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan