Rabu, 07 Oktober 2026
16:08 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara

Maya Denawa

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Maya Denawa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Desember 2021)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
Maya Denawa
Raja Bedahulu
LahirBedahulu
MeninggalTampaksiring
Tampaksiring (oleh Airlangga)
Pemakaman
AyahJayapangus (ayah kandung)
IbuDewi Danu (ibu kandung)
PasanganTidak menikah
AgamaHindu

Maya Denawa adalah raja dari kerajaan Bedahulu Bali. ia merupakan putra dari raja Srhi Jayapangus dan Dewi Danu.[1][2][3] {{Hapus

Sejarah

saat raja Maya Denawa memerintah bersama sang patihnya yaitu Kala Wong pusat pemerintahan masih dalam kerajaan Balingkah kintamani Bangli, namun pemerintahan itu tidak berjalan sesuai dengan keingginan sang raja karena ketamankan sang raja menghabisi kerajaan kerajaan sekitarnya dan melarang masyarakat untuk memuja Tuhan. Maya Denawa dengan kesombongan yang sangat tinggi dan kukuh terhadap pendapatnya yang melarang para masyarakat waktu itu untuk melakukan pemujaan terhadap tuhan di kisahkan kerajaan yang di pimpin oleh sang raja Maya Denawa pun runtuh tak lama setelah kejadian tersebut. Mendengar kesombongan Maya Denawa sang Dewa perang atau yaitu Dewa Indra pun turun kebumi untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran yang disebabkan oleh Maya Denawa kemudian pertempuran pun tak terhindari antara Maya Denawa dan Dewa Indra, peperangan sengit terjadi yang mengakibatkan banyak pasukan Maya Denawa meninggal atau mati di dalam peperangan dahsyat tersebut, merasa dirinya dikalahkan Maya Denawa bersama sang patih Kala Wong mencoba melarikan diri tetapi siasia mereka berdua justru berakhir di tangan Dewa Indra. Kisah ini juga dikaitkan dengan menangnya Dharma atau kebaikan melawan Adharma atau keburukan yang menjadi kisah legenda dari kerajaan Bedahulu.[4]

Referensi

  1. ↑ "cerita Mayadenawa". tukadpetanu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-07-19.
  2. ↑ "Suara Mayadenawa Menggema di Sepanjang Sungai Petanu". Tribun-bali.com. Diakses tanggal 2023-07-19.
  3. ↑ Kompasiana.com (2022-06-18). "Kisah Mayadenawa yang Berkaitan dengan Hari Raya Galungan". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2023-07-19.
  4. ↑ "cerita Mayadenawa". tukadpetanu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan