Senin, 21 September 2026
07:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Max Slevogt

Max Slevogt

250px-Max_Slevogt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Slevogt tahun 1917

Max Slevogt (lahir di Landshut, Beieren pada 8 Oktober 1868; meninggal di Neukaster, Rheinland pada 20 September 1932) adalah seorang pelukis, ilustrator buku, grafikus, musisi, penyanyi, dan perancang dekor Jerman.[1] Max Slegovt merupakan tokoh penting dari mazhab impresionis Jerman, seperti juga Max Liebermann dan Lovis Corinth.[1][2] Ia menempuh studi di Munchen dan Paris.[1] Setelah menamatkan belajar di sana, ia menetap di Berlin pada tahun 1901, kemudian menjadi profesor di Akademi Seni Rupa pada tahun 1917.[1] Gaya dari ketiga pelukis Jerman itu dipengaruhi oleh gaya lukisan impresionis Belanda abad 16.[2] Perbedaan di kemudian hari, Slevogt dibanding Liebermann yang realis dan objektif dan Corinth yang mengandalkan tempramen manusia, sedangkan Slevogt lebih imaginatif, dekoratif dan anekdotal.[2] Gaya lukisannya beraura cerah dan gembira, yang juga mengabadikan suasana magis sebuah waktu atau momen.[1] Ia gemar melukis potret tokoh-tokoh seniman, di antaranya adalah penyanyi Francisco d'Andrade, pemandangan alam, dan tema keagamaan, antara lain siklus grafika Passion tahun 1922-1923.[1] Beberapa karyanya yang terkenal, fresko raksasa Golgotha (luas 100 m²); ilustrasi pada Ilias (1907); The Magic Flute dan Last of the Mohicans.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3222
  2. 1 2 3 (Inggris) Christian Lenz., The Neue Pinakothek, Munich. London: C.H.Beck, 2007, Hal. 115
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan