Selasa, 22 September 2026
05:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Max Scheler

Max Scheler

Infobox orangMax Scheler
250px-Max_Scheler.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran22 Agustus 1874 Suntingan nilai di Wikidata
Munich Suntingan nilai di Wikidata
Kematian19 Mei 1928 Suntingan nilai di Wikidata (53 tahun)
Frankfurt am Main Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanSüdfriedhof, Makam 18 Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaGereja Katolik Roma Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanUniversitas Ludwig Maximilian Munich
Universitas Jena
Universitas Humboldt Berlin Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiFenomenologi Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanfilsuf,sosiolog,dosen,antropolog,axiologist (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Ludwig Maximilian Munich
Universitas Jena
Universitas Georg August Göttingen
Universität zu Köln Suntingan nilai di Wikidata
MuridCarlos Astrada (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Dipengaruhi oleh
Karya kreatif
Karya terkenal
Murid doktoralHermann Rudolf Bäcker Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahMärit Scheler-Furtwängler Suntingan nilai di Wikidata
AnakMax Scheler (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Max Scheler adalah seorang filsuf Jerman yang berpengaruh dalam bidang fenomenologi, filsafat sosial, dan sosiologi pengetahuan.[1] Ia berjasa dalam menyebarluaskan fenomenologi Husserl.[2] Scheler dilahirkan pada 1874 di Muenchen.[1][2] Ia menempuh studi di Muenchen, Berlin, Heidelberg,dan Jena.[2] Setelah itu, ia menjadi dosen di Jena dan Muenchen, di mana ia berkenalan dengan fenomenologi Husserl.[1][2] Pada 1919, Scheler menjabat guru besar di Koln.[2] Kemudian ia meninggal dunia di Frankfurt pada 1928.[2]

Inti pemikiran filsafat Scheler adalah nilai.[2] Berbeda dengan Mill yang mengatakan bahwa manusia bertindak berdasarkan kepuasan diri, Scheler menyatakan bahwa nilai adalah hal yang dituju manusia.[2] Jika ada orang yang mengejar kenikmatan, maka hal itu bukan demi kepuasan perasaan, melainkan karena kenikmatan yang dipandang sebagai suatu nilai.[2] Nilai tidak bersifat relatif, melainkan mutlak.[2] Nilai bukan ide atau cita-cita, melainkan sesuatu yang konkret, yang hanya dapat dialami dengan jiwa yang bergetar dan dengan emosi.[2] Dalam pengertian sehari-hari, nilai sering dikacaukan dengan hal yang bernilai.Namun Max Scheler telah membedakan dengan jelas antara nilai dan hal yang bernilai.Nilai adalah kualitas yang membuat suatu hal menjadi hal yang bernilai, sedangkan hal yang bernilai merupakan suautu hal yang membawa kualitas nilai.[3]

Karya Max Scheler

  • 1912 terbit Uber Ressentiment und moralisches werturteil (Tentang resentimen dan putusan nilai moral).
  • 1913 terbit Wesen und Formen der Sympathie (Hakikat dan bentuk-bentuk simpati).
  • 1913 terbit Der Formalismus in der Ethik und die matiriale wertethik (Formalisme dalam etika dan etika nilai yang bersifat material).
  • 1921 Vom Ewigen im Menschen (Tentang yang abadi dalama diri manusia).[4].

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)John Bohman. 1999. "Scheler, Max". In The Cambridge Dictionary of Philosophy. Robert Audi, ed. 816. London: Cambridge University Press.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Harun Hadiwijono. 1983. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 145-148.
  3. Paulus Wahana (2004). Nilai Etika Axiologis Max Scheler. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 101. ISBN 979-21-0721-5.
  4. K.Bertens (2002). Filsafat Barat Kotemporer Inggris-Jerman. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. hlm. 117. ISBN 979-686-075-9.
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan