Rabu, 28 Oktober 2026
18:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Maurice Denis

Maurice Denis

Bagikan:
250px-Maurice_Denis_par_Odlilon_Redon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Maurice Denis oleh Odilon Redon (1903)

Maurice Denis adalah seorang pelukis, pemahat, sekaligus kritikus seni asal Prancis.[1] Dia lahir pada tanggal 25 November tahun 1870 di Granville dan meninggal di Sant-Germain el-Laye saat November 1943.[1] Maurice melanjutkan studi di Académie Julian tahun 1888 di bawah bimbingan Jules Lefebvre dan pernah juga di École des Beaux-Arts.[2]

Dia pernah menjadi pemimpin teoretikus dan juru bicara kelompok pelukis yang tergabung dengan nama Nabis bersama Serusier .[1] Setelah mengunjungi Itali, Maurice menjadi sangat dipengaruhi oleh karya-karya para pelukis Italia abad 14 dan 15.[2] Dia banyak menciptakan lukisan fresko untuk dinding gedung Theathre Champs Elysees, meskipun pada faktanya dia menyukai lukisan-lukisan yang bertemakan religius untuk gereja yang dibuatnya dengan semangat keyakinan seorang kristiani yang taat pada agama.[1] Dia banyak menulis tentang teori seni lukis dalam surat-surat yang ditujukannya pada Gaugin, Van Gogh, serta Cezanne, menggambarkan segerombolan pelukis terkenal yang mengelilingi lukisan Alam Benda Cezanne.[1] Tahun 1919, Maurice bersama dengan Georges Devallières mendirikan Studios of Sacred Art.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Brau van Hoeve.Hal 787
  2. 1 2 3 "Maurice Denis". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan