Minggu, 27 September 2026
23:01 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Maunder Minimum

Maunder Minimum

periode kelangkaan bintik matahari pada tahun 1645-1715

500px-Sunspot_Numbers.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maunder Minimum dalam sejarah 400 tahun angka bintik matahari

Maunder Minimum, juga dikenal sebagai "kelangkaan bintik matahari yang berkepanjangan", adalah periode sekitar tahun 1645 hingga 1715 di mana bintik matahari menjadi sangat langka. Selama periode 28 tahun (1672-1699), pengamat menemukan kurang dari 50 bintik matahari. Ini kontras dengan 40.000–50.000 bintik matahari yang terlihat pada zaman modern dalam rentang waktu yang sama.[1]

Maunder Minimum adalah bagian dari Zaman Es Kecil, periode kelangkaan bintik matahari panjang yang menyebabkan suhu Eropa yang lebih rendah dari rata-rata. Aktivitas matahari yang berkurang mungkin telah berkontribusi pada pendinginan iklim, meskipun pendinginan dimulai sebelum matahari minimum dan penyebab utamanya diyakini adalah aktivitas gunung berapi.

Referensi

  1. ↑ John E. Beckman & Terence J. Mahoney (1998). The Maunder Minimum and Climate Change: Have Historical Records Aided Current Research?. Library and Information Services in Astronomy III. ASP Conference Series. Vol. 153. Instituto de Astrofísica de Canarias, Tenerife: Astronomical Society of the Pacific.
Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan