Senin, 28 September 2026
13:05 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Maumere

Maumere

ibu kota Kabupaten Sikka, Indonesia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Maumere" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ibu kota kabupaten in Nusa Tenggara Timur, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Maumere
250px-Senja_di_maumere.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nusa Tenggara Timur di Nusa Tenggara Timur
Maumere
Maumere
Peta lokasi Maumere
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
KabupatenSikka
KecamatanAlok Barat, Alok, Alok Timur, Koting, Nelle
Luas
 • Total103,47 km2 (39,95 sq mi)
Populasi
 • Total103,213

Maumere adalah ibu kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pada saat ini, daerah bernama "Maumere" sudah tidak ada dalam pembagian wilayah administratif Indonesia, tetapi daerah yang umumnya dianggap sebagai "Kota Maumere" adalah daerah-daerah yang termasuk dalam Kecamatan Alok, Kecamatan Alok Timur, dan Kecamatan Alok Barat.[2] Kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 84.823 jiwa (2015).

Sejarah

Sebelum Kemerdekaan

Sebelum tahun 1861, nama “Maumere” telah dikenal sebagai nama kota pusat Kerajaan Sikka, yang terletak di daerah pesisir pantai Kerajaan Sikka.

Pastor JPN Sanders Pr, pastor wilayah Larantuka pada 3 Juli 1861, menulis surat kepada Uskupnya di Batavia.

Isi surat itu antara lain, "Pada tanggal 20 Juni 1861 yang lalu saya telah melakukan perjalanan misi saya ke Sikka dan daerah terpencil lainnya.... Sesudah pelayaran tujuh hari, saya tiba di Geliting.... Oleh karena tak ada kerja di situ, saya naik perahu lagi dan pergi ke Maumere".

Dalam laporannya yang cukup panjang itu, Pastor Sanders berulang kali menulis Maumere.

Sebegitu jauh tak ada data lain lagi untuk meyakinkan kita, sejak kapan nama Maumere itu dimasyarakatkan dan diabadikan.

Dengan surat Pastor Sanders itu dapatlah disimpulkan bahwa nama Maumere sudah dipergunakan oleh masyarakat setempat jauh sebelum tahun 1861. Kapan persisnya, tak pernah bisa diungkit.

Abad ke 7 Masehi

Pada tahun 1969, Pastor J. Bakker, SJ menulis sebuah tulisan berjudul “Gereja Tertua di Indonesia” yang dimuat di Majalah Basis No. 18 (1969) hlm. 261-265. Tulisan itu adalah derivasi dari makalahnya yang lebih lengkap berjudul “Umat Katolik Perintis di Indonesia”.[ Dr. Huub J.W.M. Boelaars, OFM Cap., Indonesianisasi Dari Gereja Katolik di Indonesia Menjadi Gereja Katolik Indonesia, Cetakan V (Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 2009) hal. 59]. Tulisan ini menjadi bagian dari versi resmi “Sejarah Gereja Katolik Indonesia” yang dipublikasikan oleh Bagian Dokumentasi – Penerangan Kantor Waligereja Indonesia.

Tulisan tersebut menerangkan bahwa agama Kristen Katolik sudah ada di Sumetra Utara pada abad ke 7 M dibawa oleh para pedagang dari India kemudian menyebar ke Jawa terutama Yogyakarta dan terus meluas sampai ke Nusa Tenggara Timur termasuk Flores. Gereja Kristen Katolik di India mendapat penginjilan oleh salah satu dari kedua belas Rasul, yaitu Santo Thomas yang disebut Didimus.

Pastor J. Bakker, SJ mendasarkan tulisannya pada tulisan  sejarawan Muslim Syeikh Abu Shalih al-Armini dalam karyanya “Tadhakur fihi Akhbar min al-Kanais wa’l Adyar min Nawahin Misri wal Aqtha’aha” yang ditulis pada abad XII. Karya tersebut telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggis oleh B.T.A. Evetts dengan judul “The Churches and Monasteries of Egypt and Some Neighbouring Countries” dan diberi catatan oleh A.J. Butler, MA, FSA.

Ketika para pedagang India yaitu dari Gujarat sampai ke Kerajaan Sikka, maka mereka melakukan hubungan dagang terutama kain-kain, rempah-rempah dan hewan termasuk kuda.

Para pedagang tersebut menempuh jarak yang sangat jauh, jarak antara Kota Gujarat dan Kota Maumere: 224 jam (10.374,3 km).

Kain Tenun India

Berdasarkan sejarahnya, kain bermotif Patola adalah motif dari India. Kain patola adalah jenis tenunan ikat ganda terbaik dari Gujarat. Kain Patola adalah tenunan ikat terbaik lugsin dan pakan. Kain patola adalah kain kebesaran, kain upacara, kain pentas tari adat hujan di tanah air di wilayah Kabupaten Sikka.

Begitu pula sarung Pahikung bermotif gajah. Pasalnya, dalam perkawinan tangan wanita memakai gelang yang terbuat dari gading gajah. Bisa juga sebagai lambang atau bawaan dalam acara perkawinan.

Tenun ikat Sikka biasanya dipakai sebagai sarung perempuan (utang), sarung pria (lipa) dan ikat kepala (lensu). Meski begitu, kain tenun ini umumnya lebih banyak digunakan oleh kaum perempuan. Menurut orang-orang Sikka, kain tenun Sikka memiliki filosofi du'a utang ling labu weling yang artinya kain sarung dan baju setiap wanita haruslah bernilai dan berharga.

Meski dibuat secara tradisional, motif-motif yang dihasilkan dari kain tenun Sikka sangat beragam baik motif yang menampilkan keaslian sarung zaman dahulu yang disebut Utang Jentiu maupun motif kreasi pengrajin sendiri.

Motif  tenun ikat Sikka memiliki ciri khas tersendiri yang telah dikenal baik secara nasional maupun internasional. Sampai saat ini, sebanyak 52 motif tenun ikat Sikka telah mendapat pengakuan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Nama Maumere

Kuda juga menjadi salah satu komoditi utama dalam perdagangan tersebut, kuda sendiri dalam bahasa Gujarat adalah ઘોડો Ghōḍō.

Nah, yang menarik adalah “kuda betina milik saya” dalam bahasa Gujarat adalah  મારી મેરે Mārī mērē, sedangkan dalam bahasa Inggris diterjemahkan yaitu My mare. Sedangkan kalimat મારી મમ્મી Mārī mam'mī artinya my mother atau “ibu saya”.

Jadi, ketika orang-orang Gujarat menunjuk kuda betina ketika berdagang dengan Kerajaan Sikka, mereka menyebut “Marimere”, lama kelamaan menjadi sebuah kata ikonik untuk tempat perdagangan tersebut yaitu “Maumere”, sehingga nama “Maumere” ternyata diberikan oleh orang-orang Gujarat tersebut yang artinya “Kuda Betina Saya”.

Kuda dalam budaya Maumere

Dalam “Tari Hegong”, salah satu tarian dari Maumere, ada namanya “Ikun”, Ikun merupakan senjata seperti pisau yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan ekor kuda.

Dalam adat Maumere juga dikenal namanya Belis, salah satunya berupa kuda, merupakan salah satu ternak yang menjadi kebutuhan penting bagi warga di Kota Maumere, karena kuda sebagai simbol dan budaya bagi orang yang mau menggelar acara adat seperti meminang seorang gadis dan pesta pernikahan serta komuni pertama, bahkan acara kematian kuda juga sebagai ternak yang harus dibawa ketika sanak keluarga meninggal dunia.

Sebelum menikah, ketika bertunangan, apabila terjadi pembatalan pertunangan yang dilakukan oleh pihak laki-laki, maka dia harus memberikan sejumlah bayaran berupa uang dan kuda kepada pihak perempuan.

Membayar belis dengan kuda itu menunjukkan martabat adat yang tinggi dalam suatu perikatan keluarga, bahwa suatu kesepakatan hubungan perkawinan itu misalnya, telah sah dan resmi dengan meterai belis kuda.

Belis wajib nilai tertinggi adalah gading gajah, kemudian kuda, lalu emas, hasil alam dan sejumlah uang.

Kuda memang merupakan hewan terhormat dalam budaya orang Maumere, sehingga benarlah bahwa nama “Maumere” adalah pemberian dari orang Gujarat untuk tempat/kota tempat berbisnis yang yang artinya kurang lebih “tempat berkembangbiaknya kuda”.

Nama beladiri asli Maumere menurut penuturan tokoh sesepuh Maumere F.X. Babanong adalah Hikong Kolok, Hikong artinya melakukan pembelaan, Kolok artinya kepada diri sendiri.Pos Kupang, 17 Februari 2023

Iklim

Maumere memiliki iklim sabana tropis (Köppen Aw) dengan musim kemarau yang panjang dan musim hujan yang pendek.

Data iklim Maumere
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
30.1
(86.2)
30.6
(87.1)
31.4
(88.5)
31.4
(88.5)
31.0
(87.8)
30.9
(87.6)
31.1
(88)
31.6
(88.9)
32.1
(89.8)
32.1
(89.8)
31.1
(88)
31.15
(88.07)
Rata-rata harian °C (°F) 26.5
(79.7)
26.3
(79.3)
26.4
(79.5)
26.7
(80.1)
26.5
(79.7)
25.9
(78.6)
25.4
(77.7)
25.3
(77.5)
25.9
(78.6)
26.8
(80.2)
27.5
(81.5)
27.0
(80.6)
26.35
(79.42)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.7
(72.9)
22.5
(72.5)
22.3
(72.1)
22.1
(71.8)
21.7
(71.1)
20.8
(69.4)
19.9
(67.8)
19.6
(67.3)
20.3
(68.5)
21.6
(70.9)
23.0
(73.4)
23.0
(73.4)
21.63
(70.93)
Curah hujan mm (inci) 289
(11.38)
249
(9.8)
175
(6.89)
111
(4.37)
60
(2.36)
35
(1.38)
28
(1.1)
19
(0.75)
25
(0.98)
49
(1.93)
113
(4.45)
225
(8.86)
1.378
(54,25)
Sumber #1: Climate-Data.org[3]
Sumber #2: BMKG[4]

Demografi

Suku mayoritas di kota Maumere adalah Suku Krowe, Suku Tana Ai, Suku Lio, dan Suku Palue juga cukup signifikan di kota Maumere. Selain itu ada suku minoritas pendapang lainnya di Maumere yakni suku Bugis, Makassar, Bajo dan Jawa. Agama mayoritas di kota Maumere adalah agama Kristen Katholik, agama Islam juga cukup signifikan di kota Maumere selain itu ada Kristen Protestan, agama Hindu dan Budha, Ada satu Pura Agung Waidoko yang merupakan satu satunya tempat ibadah umat Hindu di Kota Maumere dan Vihara Bhudhis di Jl. Lero Wulan, Kelurahan Madawat.

Perekonomian

Produk ekspor yang dihasilkan di Maumere antara lain kelapa kopra, pisang, kemiri, dan kakao. Selain itu, Maumere merupakan sentra produksi kain tenun ikat dengan beragam motif.

Fasilitas publik

Di Maumere terdapat sebuah bandar udara yaitu Bandar Udara Frans Seda yang melayani penerbangan di bagian timur Pulau Flores.

Objek wisata

Patung Maria Bunda Segala Bangsa

Patung Maria Bunda Segala Bangsa terletak di di Bukit Nilo, Maumere. Sosok yang ditampilkan ialah Bunda Maria. Patung dibuat setinggi 18 meter dengan bagian alas dan fondasi setinggi 10 meter.

Referensi

  1. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan". {{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  2. ↑ Novemyleo. "Daftar Kecamatan dan Desa di Kabupaten Sikka di Provinsi NTT, Indonesia". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-07-22.
  3. ↑ "Climate: Maumere". Climate-Data.org. Diakses tanggal 18 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Curah Hujan Kota Maumere ZOM 248".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan