Rabu, 14 Oktober 2026
18:27 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Mattompang arajang

Mattompang arajang

Bagikan:
330px-Mattompang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proses mattompang

Mattompang arajang adalah ritual ada pencucian benda pusaka Kerajaan Bone, Sulawesi Selatan. Ritual tersebut dilaksanakan satu kali tiap tahunnya, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bone.[1] Pada saat itulah, masyarakat juga turis dapat melihat benda-benda pusaka secara langsung di Museum Arajange Rujab Bone. Di ruang museum itu pula dilaksanakan acara Mattopang arajang. Sementara, replikanya dapat dilihat kapan saja di Museum Lapawawoi.[2] Prosesi ini dilaksanakan oleh para pemuka adat atau disebut juga bissu.

Proses

Ritual ini diawali dengan mappaota atau meminta izin raja atau pimpinan, dalam hal ini adalah Bupati Bone. Pada proses ini, seorang pemuka adat mempersembahkan daun sirih sebagai tanda lapor bahwa acara akan dimulai. Setelah itu, bissu tertua atau disebut Powang Matoa, didampingi beberapa bissu lain, mempersembahkan sekapur sirih di depan arajang atau benda pusaka tersebut, sebagai tanda penghormatan pada para jin. Kemudian, di tempat pengumpulan air atau disebut Mallekke'toja telah disediakan air empat mata air yang dipilih oleh empat bissu. Keempat mata air itu kemudian dibawa oleh para bissu ke ruang pencucian di museum itu. Ritual pencucian itu disaksikan oleh para raja dan perangkat kerajaan. Saat Powang Matoa mengeluarkan arajang dari tempatnya akan diiringi bebunyian dari seperangkat alat musik seperti gendang dan gong. Ketika arajang dipindahkan ke nampan berlapis kain emas, beberapa bissu melakukan tarian atau sere alusu. Setelah itu, powang matoa membawa benda-benda pusaka tersebut ke tempat pencucian sambil dipayungi payung emas dan selama perjalanannya para pembawa arajang berjalan di atas kain putih yang membentang dari tempat penyimpanan ke tempat pensucian.[3]

Referensi

  1. ↑ arislagoe (2018-12-21). "Ini dia Acara Mattompang Arajang di Bone". BUDAYAWAN. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-18. Diakses tanggal 2019-02-18.
  2. ↑ "30 Kerajaan Hadiri Ritual Mattopang Arajang di Bone". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2019-02-18.
  3. ↑ "Mattopang Arajang » Perpustakaan Digital Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2019-02-18.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan