Senin, 26 Oktober 2026
21:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Matsumae Oshima

Matsumae Oshima

pulau di Jepang

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Oshima.
Matsumae Ōshima
Nama lokal:
Matsumae Ōshima (松前大島)
大島, Ōshima
250px-Oshima-Oshima_island_aerial_photograph.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Matsumae_Oshima&revid=29251315&groups=_822192c448c5f08333d6d3f13f7d72c62c0b37a4&parser=parsoid
Peta interaktif Matsumae Ōshima
Geografi
LokasiAsia Timur
Koordinat41°30′N 139°23′E / 41.500°N 139.383°E / 41.500; 139.383
KepulauanJepang
Luas9,73 km2
Lebar4 km
Titik tertinggiGunung Era (732,4 m)
Pemerintahan
NegaraJepang
PrefekturHokkaido
SubprefekturSubprefektur Oshima
DistrikDistrik Matsumae
KotaprajaMatsumae
Info lainnya
Matsumae Oshima
Matsumae Oshima di Jepang
Matsumae Oshima
Matsumae Oshima
Geologi
Jenis gunungGunung berapi kerucut
Letusan terakhir1790

Matsumae Ōshima (松前大島) atau hanya disebut sebagai Ōshima (大島) adalah sebuah pulau vulkanis tak berpenghuni di Laut Jepang, 50 kilometer (31 mi) ke arah barat dari kotapraja Matsumae dan merupakan titik paling barat Hokkaido. Secara administrasi, pulau ini adalah bagian dari Subprefektur Oshima di Hokkaido, Jepang. Untuk membedakan Ōshima dari pulau lain dengan nama yang sama, terkadang dikenal sebagai Oshima Ōshima (渡島大島).

Dengan luas 9,73 kilometer persegi (3,76 sq mi), Matsumae Ōshima adalah pulau tak berpenghuni terbesar di bawah kedaulatan Jepang. Pulau ini merupakan kaldera ganda dengan bukit skoria menjulang di tengahnya. Pulau ini merupakan puncak dari dua gunung berapi kerucut yang tumpang tindih dan kaldera yang terkait, yaitu Gunung Higashi dan Gunung Nishi.[1] Puncak tertinggi, Gunung Era (江良岳, Era-dake) pada ketinggian 737 meter (2.418 ft),[2] merupakan bagian dari gunung berapi rangkap tiga. Puncaknya naik mendekati 2.000 meter (6.600 ft) dari dasar laut. Pulau ini terdiri dari batuan vulkanik alkali mafik dan non-alkali, berusia kurang dari 18.000 tahun.[3]

Di sisi selatan pulau di Aidomari (北風泊, Aidomari), terdapat mercusuar dan heliport yang dioperasikan oleh Penjaga Pantai Jepang.

Karena aktivitas gunung berapi dan konservasi alam, pendaratan di pulau tersebut memerlukan persetujuan dari Badan Urusan Budaya Jepang.

Sejarah

Informasi lebih lanjut: Tsunami Laut Jepang 1741

Oleh karena pulau terletak sangat terpencil dan aktivitas gunung berapi, hampir tidak ada catatan tentang masa lalunya yang tertinggal. Gunung Kanpo (寛保岳, Kanpo-dake) mengalami letusan besar pada tanggal 27 Agustus 1741, yang menciptakan kaldera besar berbentuk tapal kuda yang menembus ke utara dan memanjang dari puncak hingga ke dasar laut di dasar gunung api. Peristiwa ini menghasilkan longsoran puing-puing bawah laut yang sebagian besar menempuh jarak 16 km, dan memicu tsunami besar. Tsunami menghancurkan pesisir Hokkaido, Honshu barat, dan sejauh Semenanjung Korea, menyebabkan hampir 1500 kematian. Letusan 1741 adalah yang terbesar dalam sejarah waktu di Ōshima dan diakhiri dengan pembangunan kerucut cinder basaltik di kepala kaldera yang rusak. Tidak ada letusan yang terjadi sejak letusan terakhir pada tahun 1790, tetapi kerusuhan seismik di bawah gunung tersebut terjadi pada tahun 1996.

Satwa

Matsumae Ōshima adalah batas utara tempat berkembang biak burung penggunting-laut coreng dan merupakan bagian dari Taman Alam Prefektur Matsumae-Yakoshi. Paus raksasa bergigi empat adalah target perburuan paus komersial di perairan terdekat.[4]

Referensi

  1. ↑ "Oshima-Oshima". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
  2. ↑ "OSHIMA O-SHIMA". Quaternary Volcanoes in Japan. Geological Survey of Japan, AIST. 2006. Diakses tanggal 2008-12-13.
  3. ↑ "Hokkaido". Seamless Digital Geological Map of Japan. Geological Survey of Japan, AIST. Nov 2, 2007. Diakses tanggal 2008-12-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Kasuya T.(jp). 2017. Small Cetaceans of Japan: Exploitation and Biology. "13.3.2 Regional distribution and population structure". CRC Press. Retrieved on September 25, 2017
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan