Jumat, 09 Oktober 2026
04:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Mati Diop

Mati Diop

aktris dan sutradara film Prancis-Senegal

Bagikan:
Mati Diop
250px-Mati_Diop_at_Berlinale_2024-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diop (2024)
Lahir22 Juni 1982 (umur 44)
Paris, Prancis
Pekerjaan
  • Sutradara film
  • aktris
  • penulis naskah
Masa aktif2004–sekarang
AyahWasis Diop
KerabatDjibril Diop Mambéty (paman)

Mati Diop (lahir 22 Juni 1982) adalah seorang aktris dan sutradara film Perancis-Senegal. Ia menjadi sutradara wanita kulit hitam pertama yang dipertimbangkan untuk Palme d'Or, penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes melalui debut film utamanya, Atlantics yang disutradarai pada tahun 2019. Atlantics membawa pulang Grand Prix di Cannes.[1]

Diop menyutradarai empat film pendek pertamanya saat mengunjungi Le Fresnoy dans Le Pavillon (Palais de Tokyo). Filmnya, Mille Soleils (2013), merupakan penghormatan kepada Touki Bouki, sutradara sinema legendaris Senegal Djibril Diop Mambéty, yang merupakan pamannya. Diop meraih penghargaan ganda di Rotterdam yaitu Tiger Award untuk Film Pendek Atlantiques pada tahun 2010 dan Big in Vietnam pada tahun 2012.[2]

Masa Kecil

Paris, Prancis adalah tempat Diop dilahirkan. Ibunya, Christine Brossard, adalah seorang fotografer dan kolektor seni, sedangkan ayahnya, Wasis Diop, adalah seorang musisi. Dia adalah keponakan dari Djibril Diop Mambéty, seorang sutradara film. Dia sering berpindah-pindah antara Senegal dan Prancis ketika masih kecil, untuk mengembangkan identitas transnasional.[3]

Karier dan Penghargaan

Mati Diop menghabiskan tahun 2014–2015 sebagai anggota di Radcliffe Institute for Advanced Study.[4] Dia menulis skenario untuk film fitur pertamanya Fire, Next Time, saat berpartisipasi dalam Program Beasiswa Pusat Studi Film eksklusif di institut tersebut.[4] Sepanjang karier akting Mati Diop, ia telah berperan dalam beberapa film yaitu 35 Shots of Rum (2008) oleh Claire Denis, Simon Killer (2012) oleh Antonio Campos, Fort Buchanan (2014) oleh Benjamin Crotty, dan Hermia y Helena (2015) oleh Matias Piñeiro.[5] Penampilannya mulai dikenal dalam film 35 Shots of Rum (2008), di mana ia menerima nominasi untuk kategori aktris paling menjanjikan di Lumières Awards.[6] Sebagai penulis dan aktris, Dia pertama kali mendapat pengakuan dari pengulas asing dan penggemar film atas penampilannya dalam kriminal drama Antonio Campos tahun 2012 "Simon Killer," di mana dia dianugerahi penghargaan AFI FEST Special Mention for Performance (penulisan dan akting).[7]

Seni dan Tema

Karya Diop sering membahas pasca-kolonialisme, imigrasi, pengalaman perempuan, dan trans-nasionalisme dalam kaitannya dengan Afrika Utara dan Eropa, menurut Lindsay Turner pada artikelnya tentang karya Diop hingga Atlantics (2019).[8] Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Metal, Diop mengungkapkan bahwa karena perbedaan kemampuan untuk memahami budaya Prancis dan Afrika, maka Ia mendekati elemen sinematografi dan sastra filmnya dari berbagai sudut.[9]

Referensi

  1. ↑ "Mati Diop Biography". TMBD. Diakses tanggal 2024-05-12.
  2. ↑ "Mati Diop". IFFR. Diakses tanggal 2024-05-12.
  3. ↑ "Mati Diop director of ATLANTICS in conversation with Reclaim the Frame". Youtube. Diakses tanggal 2024-05-12.
  4. 1 2 "Mati Diop". Harvard Radcliffe Institute. Diakses tanggal 2024-05-12.
  5. ↑ "Mati Diop". Raw Material Company. Diakses tanggal 2024-05-12.
  6. ↑ "Artists Mati Diop". YBCA. Diakses tanggal 2024-05-12.
  7. ↑ Obenson, Tambay. "Meet the First Black Woman in the Cannes Competition Lineup: Mati Diop". Indie Wire. Diakses tanggal 2024-05-12.
  8. ↑ Aguilar, Carlos. "A Language Possessed and Reconquered: Mati Diop on Atlantics". Rogerebert. Diakses tanggal 2024-05-12.
  9. ↑ "Mati Diop". Metal Magazine. Diakses tanggal 2024-05-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan