Senin, 12 Oktober 2026
04:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Maternus Bere

Bagikan:
Maternus Bere
Informasi pribadi
Lahir1 April 1956 (umur 70)
Partai politik  Golkar

Maternus Bere (lahir 1 April 1956) adalah tokoh pejuang integrasi Timor Timur. Dia pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat Kobalima Timur.

Komandan Milisi Laksaur

Maternus Bere tidak ikut bergabung dengan Olivio Moruk dalam memimpin serangan terhadap gereja Katolik Suai pada tanggal 6 September 1999.

Penyelidikan Indonesia terhadap kekejaman di Timor Timur (KPP HAM) menyebutkan Maternus Bere dalam ringkasan eksekutif laporannya karena diduga keterlibatannya dalam pembantaian gereja Suai 6 September 1999. Namun, namanya tidak muncul dalam laporan akhir - mungkin karena milisi yang ia bantu pimpin tercantum secara keseluruhan dalam Lampiran 5. Dia dikatakan berasal dari Timor Barat (Indonesia) dan telah menjadi guru di Suai. Departemen Jaksa Agung Indonesia awalnya juga mendaftarkannya, tetapi kemudian menurunkannya dari daftar untuk dituntut pada bulan April 2001 'karena kami belum dapat menemukannya dan dia tidak ada dalam penyerangan itu'.[1]

Pernah Di tangkap oleh Polisi PBB di District Covalima, Timor-Leste, pada 9 Agustus 2009, saat dia berkunjung ke Timor-Leste, dan dibebaskan pada 30 agustus 2009, kemudian dipulangkan ke Atambua-Indonesia pada 29 Oktober 2009, atas keputusan Presiden Timor-Leste Jose Ramos Horta, dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, melalui Menteri Justica Lucia Lobato. Dan mendapat sorotan dari berbagai kalangan karena keputusan itu.

Riwayat Jabatan

  • Pegawai Negeri Sipil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Timor Timur Kabupaten Covalima (1980—1999)
  • Kepala Bagian Kelestarian Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Timor-Timur Kabupaten Covalima
  • Sekretaris Camat Kobalima Timur

Riwayat Organisasi

  • Komandan Kompi Milisi Laksaur (1999)
  • Ketua Partai Golkar Kecamatan Kobalima Timur (2016—)

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan